Daerah

Tiga Tahun AAKBB Kaltim, Perkuat Advokasi Beragama dan Berkeyakinan 

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 22 Oktober 2026 18:23
Tiga Tahun AAKBB Kaltim, Perkuat Advokasi Beragama dan Berkeyakinan 
Pertemuan awal Aliansi Advokasi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Kalimantan Timur (AAKBB Kaltim). (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Aliansi Advokasi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Kalimantan Timur (AAKBB Kaltim) mempertegas komitmennya dalam memperjuangkan kebebasan beragama, berkeyakinan, dan beribadah. Memasuki usia tiga tahun, AAKBB Kaltim mendorong kolaborasi lintas elemen untuk mewujudkan Kalimantan Timur yang inklusif dan bebas dari diskriminasi. 

Ketua AAKBB Kaltim, Hendra Kusuma, mengatakan kebebasan beragama dan berkeyakinan bukan hanya menjadi tanggung jawab kelompok tertentu, melainkan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, keberagaman perlu dirawat melalui kerja sama dan penghormatan terhadap hak setiap warga negara.

“Isu kebebasan beragama dan berkeyakinan bukan milik satu kelompok semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat,” ujarnya.

AAKBB Kaltim lahir dari inisiasi bersama SALT Indonesia, LBH/YLBHI, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Media Online Kaltim Today, PSI, serta berbagai elemen masyarakat sipil lainnya. Aliansi ini dibentuk sebagai ruang kolaborasi untuk merespons tantangan kebebasan beragama dan berkeyakinan di Kalimantan Timur.

Selama tiga tahun, AAKBB Kaltim mengambil peran dalam advokasi hak kelompok minoritas dan komunitas berkeyakinan yang menghadapi hambatan dalam menjalankan ibadah maupun mendirikan rumah ibadah. Aliansi ini juga mendorong pemberitaan yang berimbang serta edukasi publik mengenai pentingnya toleransi aktif.

Selain itu, AAKBB Kaltim berupaya mendorong kebijakan publik yang berkeadilan melalui dialog dan pengawasan terhadap regulasi di tingkat daerah. Langkah tersebut bertujuan memastikan kebijakan yang diterapkan selaras dengan prinsip hak asasi manusia dan konstitusi.

Hendra menilai, tantangan menjaga kebinekaan di Kaltim semakin penting di tengah perkembangan daerah sebagai kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Keberagaman suku, agama, budaya, dan keyakinan harus tetap menjadi kekuatan, bukan justru memicu intoleransi maupun diskriminasi.

“Kami menegaskan kembali cita-cita utamanya, yakni mewujudkan Kalimantan Timur sebagai rumah aman bagi semua agama, keyakinan, dan kepercayaan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, setiap warga dapat menjalankan ibadah tanpa rasa takut serta hidup berdampingan secara damai dan bermartabat. Untuk itu, AAKBB Kaltim mengajak pemerintah daerah, tokoh agama, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat luas memperkuat sinergi dalam menjaga keberagaman.

“Kaltim adalah milik kami bersama, tempat di mana setiap keyakinan dihormati dan setiap kebebasan dilindungi,” pungkasnya.

[RWT] 



Berita Lainnya