Daerah
Viral Aksi Arogan ke Mahasiswi, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Copot Ajudan Briptu Asky
Kaltimtoday.co, Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud resmi mencopot ajudannya, Briptu Asky Rizal Toding, buntut tindakan arogannya terhadap mahasiswi yang viral di media sosial. Rudy memastikan ajudan tersebut dikembalikan ke kesatuan asalnya dan meminta aparat kepolisian memproses kasus tersebut.
Keputusan tegas itu disampaikan Rudy Mas'ud saat menemui ratusan demonstran yang menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda. Massa mendesak agar ajudan tersebut segera diberhentikan karena dinilai melakukan tindakan yang tidak etis.
"Pak gubernur, kami tidak butuh evaluasi karena bagi kami evaluasi hanya omong kosong, makanya kami menunggu kepastian orang itu (ajudan Rudy Mas'ud) untuk segera dipecat. Kemudian, kami mempertanyakan mengapa teman-teman media kami di sini selalu dibatasi dalam meliput bapak," teriak salah satu demonstran di lokasi, Kamis (22/10/2026).
Menanggapi tuntutan para mahasiswa, Rudy Mas'ud menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden dan kegaduhan yang melibatkan pengawalnya tersebut.
"Saya sebagai kepala daerah meminta maaf atas aksi yang bersangkutan," ucap Rudy di hadapan massa.
Namun, permohonan maaf tersebut sempat direspons dengan teriakan penolakan dari para demonstran yang menuntut kepastian pencopotan seketika itu juga.
Merespons desakan itu, Rudy menegaskan bahwa tindakan pencopotan terhadap Briptu Asky langsung diberlakukan pada hari yang sama.
"Baik, baik. Apa yang kalian minta? Kalau kalian meminta, maka hari ini akan saya berhentikan, saya copot," tegas Rudy.
Selain membebastugaskan Briptu Asky dari posisi ajudan gubernur, Rudy menegaskan telah menyerahkan penanganan perkara etik maupun pidana personel tersebut kepada kepolisian.
"Selain dicopot, maka orang tersebut kita kembalikan ke tempat tugasnya dan saya sudah meminta kepada pihak kepolisian untuk memprosesnya," ujarnya.
Sebelumnya, video tindakan dugaan arogansi Briptu Asky terhadap massa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mendadak tular di media sosial. Insiden terjadi di halaman Masjid Nurul Mu'minin Pemprov Kaltim pada Senin (19/10/2026) sore.
Dalam rekaman yang beredar, Asky tampak mendorong serta menyenggol seorang mahasiswi yang sedang bertanya hingga gawai genggam milik korban jatuh ke lantai. Tindakan serupa juga menimpa beberapa mahasiswa lain hingga sempat memicu kericuhan di lokasi.
Menanggapi sorotan publik, Briptu Asky Rizal Toding secara terbuka menyampaikan permohonan maaf melalui video singkat. Ia mengakui tindakannya sebagai sebuah kesalahan pribadi tanpa ada instruksi dari pihak mana pun.
"Saya menyadari tindakan saya tersebut adalah sebuah kesalahan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan. Tidak ada pembenaran atas perbuatan saya. Saya melakukan tindakan tersebut secara spontan dan tidak ada instruksi dari siapa pun," kata Asky.
[RWT]
Related Posts
- Ketua DPRD Kukar Dukung Hibah Aset Daerah untuk SMK Geologi Pertambangan
- DPRD Kukar Siap Setujui Hibah Aset untuk Pembangunan Gudang Bulog
- KUUB Tetapkan Ketua Baru dari Brunei Darussalam, Rumuskan Arah Baru Kolaborasi Perguruan Tinggi
- 100 Anak di Cirebon Dilarikan ke Rumah Sakit, Diduga Keracunan Makanan MBG
- Kuasa Hukum SJA Bantah Penganiayaan, Sebut Insiden Bermula dari Perekaman Video









