Daerah

15 Medali Jadi Modal Hapkido Kaltim Menuju Pra-PON 2027

Claudius Vico Harijono — Kaltim Today 28 September 2026 18:58
15 Medali Jadi Modal Hapkido Kaltim Menuju Pra-PON 2027
Hapkido Kaltim bawa pulang belasan medali dari Kejurnas yang diselenggarakan di Bandar Lampung. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hapkido ke-9 menjadi ajang pemetaan kekuatan atlet Kalimantan Timur sebelum menghadapi Babak Kualifikasi PON 2027.

Berlaga di GOR Siger, Bandar Lampung, 26–27 September 2026, sebanyak 21 atlet Hapkido Kaltim berhasil mengoleksi 15 medali, terdiri dari dua emas, tiga perak, dan 10 perunggu.

Ketua Umum Pengprov Hapkido Kaltim H Hendri Syachrum Syah mengatakan hasil tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah pembinaan menghadapi persaingan menuju PON XXII NTB–NTT 2028.

“Medali tentu membanggakan, tetapi yang lebih penting adalah kami mendapatkan gambaran tentang kekuatan atlet. Ini menjadi bahan evaluasi untuk pembinaan ke depan, terutama menghadapi Babak Kualifikasi PON 2027,” kata Hendri. 

Kontingen Kaltim turun dengan atlet dari Balikpapan, Kutai Timur, Samarinda, dan Paser. Mereka bertanding pada sejumlah kategori mulai kadet, junior hingga senior.

Dua medali emas disumbangkan Sofyan Rosykin Efendi dari nomor Nakbob Long Jump Putra dan Muhammad Aji Ferdinand pada nomor Dairyun Junior Under 43 kilogram Putra.

Tiga medali perak diraih Muhammad Rais Pandi Hakim, Sofyan Roziqin Efendi, dan Ksatria Ryu. Sementara 10 medali perunggu dipersembahkan sejumlah atlet Kaltim lainnya.

Selain raihan medali, Hapkido Kaltim juga memperoleh penghargaan Best Team Participant dalam kejuaraan tersebut.

Hendri menyebut pencapaian itu diperoleh di tengah keterbatasan anggaran operasional. Kontingen harus mengatur perjalanan secara efisien agar seluruh atlet tetap dapat mengikuti Kejurnas.

Sebagian atlet berangkat melalui jalur laut dan darat dari Balikpapan menuju Surabaya, kemudian melanjutkan perjalanan ke Bandar Lampung. Sementara atlet lainnya berangkat melalui jalur udara dengan dukungan Dispora Balikpapan.

Menurut Hendri, kondisi tersebut tidak boleh menghambat proses pembinaan atlet. Hasil Kejurnas justru menjadi dasar untuk menentukan atlet yang akan dipersiapkan menghadapi agenda berikutnya.

“Kami tidak ingin berhenti di 15 medali. Ini harus menjadi titik awal untuk membangun tim yang lebih kuat. Setelah pulang, evaluasi langsung kami lakukan. Target besarnya adalah menyiapkan atlet Kaltim untuk lolos dan bersaing di PON,” tegasnya.

Hapkido Kaltim selanjutnya akan melakukan evaluasi terhadap performa atlet, termasuk memetakan nomor pertandingan yang berpotensi menjadi andalan pada Babak Kualifikasi PON 2027.

Ajang kualifikasi tersebut menjadi tahapan penting menuju PON XXII NTB–NTT 2028 yang direncanakan mempertandingkan 21 nomor Hapkido. 

[RWT] 



Berita Lainnya