Daerah
Audit Kemenkes di RSUD AWS Samarinda: Komunikasi Medis ke Pasien Masih Lemah
Kaltimtoday.co, Samarinda - Hasil audit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terhadap layanan jantung di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda menjadi momentum pembenahan tata kelola pelayanan.
Salah satu catatan utama yang ditemukan yakni perlunya memperkuat komunikasi antara tenaga medis dengan pasien dan keluarga, terutama terkait tindakan medis serta risiko yang mungkin terjadi.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin pada Rabu (22/07/2026).
"Ada catatan perbaikan dalam tata kelola klinis, pelaporan, termasuk komunikasi dengan pasien. Ini yang menjadi kelemahan dan harus dibenahi," kata Jaya, Rabu (22/7/2026).
Ia menyebut, persoalan komunikasi terhadap pasien sangat krusial. Apalagi, kurangnya penyampaian informasi kepada pasien. Akibatnya, keluarga pasien kerap tidak memahami risiko tindakan medis sehingga memunculkan kesalahpahaman.
Dalam hal ini, tim Kemenkes menemukan keluarga pasien belum memperoleh penjelasan secara utuh mengenai tindakan medis yang akan dilakukan beserta risiko yang mungkin terjadi.
"Hal-hal yang memang harus disampaikan sebelum tindakan, terutama risikonya, wajib dijelaskan lebih dulu kepada pasien maupun keluarga," tuturnya.
Tidak hanya soal komunikasi, akan tetapi juga soal koordinasi antara tenaga kesehatan dengan dokter yang bertugas. Jaya mengatakan pasien jantung umumnya ditangani oleh lebih dari satu dokter sehingga komunikasi antartenaga medis harus berjalan intensif.
"Hasil analisis menunjukkan komunikasi antarbidang belum optimal. Komunikasi rumah sakit dengan keluarga pasien juga masih kurang intensif," sebutnya.
Sementara waktu itu, pasien dalam kasus tersebut datang dalam kondisi gawat darurat sehingga fokus tenaga medis saat itu adalah menyelamatkan nyawa pasien. Kondisi darurat tidak boleh mengurangi pentingnya komunikasi kepada keluarga pasien.
Untuk itu, hasil audit Kemenkes akan menjadi bahan evaluasi bagi RSUD AWS sebagai rumah sakit rujukan layanan jantung di Kalimantan Timur.
"Komunikasi sangat penting. Pasien dan keluarga harus memahami manfaat, risiko, serta kemungkinan yang bisa terjadi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman setelah tindakan dilakukan," tutup Jaya.
[RWT]
Related Posts
- IPA Tirta Kencana Samarinda Bakal Dikuras, Warga Terdampak Diminta Tampung Air Bersih
- Janji Cair Oktober Meleset, Dinkes Kaltim Masih Urus Administrasi TPP Pegawai RSUD AWS dan Kanujoso
- Penjual Es Krim Gabin di Samarinda Datangi PLN, Tuntut Kompensasi Imbas Pemadaman Berulang
- Dewas Varia Niaga Samarinda Siapkan Perbaikan Tata Kelola Usai Direktur Utama Terseret Kasus Korupsi
- Dirut Varia Niaga Samarinda Tersangka Korupsi Batu Bara, Manajemen: Tidak Ditahan, Hanya Wajib Lapor









