Daerah
Cegah Kerusakan Terumbu Karang, Dispar Kaltim Minta Wisatawan Diedukasi
Kaltimtoday.co, Samarinda - Menjaga kelestarian terumbu karang di Kalimantan Timur tak cukup hanya dengan mengandalkan penindakan terhadap aktivitas yang merusak lingkungan. Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim menilai edukasi kepada wisatawan menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan ekosistem bawah laut sejak awal.
Kepala Dispar Kaltim Muhammad Faisal menyampaikan bahwa wisatawan harus bisa bertanggung jawab di kawasan laut, terutama aktivitas yang berpotensi merusak terumbu karang.
Faktanya, terumbu karang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk tumbuh dan berkembang. Namun, kerusakan terhadap ekosistem tersebut dapat terjadi dalam waktu singkat apabila tidak dijaga dengan baik.
“Yang paling penting adalah edukasi terlebih dahulu. Kita harus memahami bahwa menumbuhkan terumbu karang itu sangat sulit dan membutuhkan waktu yang sangat lama,” ujarnya.
Ia menilai peningkatan kesadaran wisatawan harus menjadi perhatian. Edukasi dinilai lebih efektif jika dilakukan sebelum wisatawan melakukan aktivitas di kawasan laut, bukan hanya mengandalkan penindakan setelah kerusakan terjadi.
Ia mengakui edukasi mengenai konservasi bawah laut masih belum optimal. Untuk itu, Dispar Kaltim mendorong seluruh pelaku pariwisata, termasuk operator wisata dan instruktur selam, turut berperan memberikan pemahaman kepada wisatawan.
"Wisatawan perlu memahami larangan menginjak atau menyentuh terumbu karang dan biota laut serta menghindari berbagai tindakan yang dapat mengganggu ekosistem," tegasnya:
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Dispar Kaltim mulai mendorong pengembangan school diving hingga pelatihan freediving. Selain aspek keselamatan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk menanamkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan laut.
Faisal menyebut instruktur memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada wisatawan. Terlebih, Kalimantan Timur memiliki sejumlah instruktur selam bersertifikat tingkat lanjut yang dapat ikut berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konservasi bawah laut.
Ia menambahkan, edukasi tersebut menjadi semakin penting seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kepulauan Maratua. Menurutnya, wisata bahari yang berkembang harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga ekosistem laut.
“Untuk menyelam hingga kedalaman 10, 20, bahkan 30 meter ada tahapan dan sertifikasi yang harus dipenuhi. Karena itu sekarang kami mulai menyosialisasikan agar masyarakat mengetahui jalur pelatihannya sejak awal,” tutupnya.
[RWT]
Related Posts
- Pemeriksaan Uang Rp189,5 Juta di ESDM Kaltim Masih Berjalan, Inspektorat Temukan Data Baru
- Dari Diskusi PP IKA Unmul: Kaltim Perlu Mesin Ekonomi Baru dari Kebun Aren, Kelapa, dan Kakao
- In This Economy, Masih Perlukah Guru MTsN dan MAN Dijejali Tugas sebagai KPA, PPSPM, PPK, dan Bendahara?
- Kuota BBM Subsidi Tak Sesuai Usulan, Operasional SPBU Terbatas Jadi Pemicu Antrean Panjang
- Dampak Kemarau Ekstrem di Kaltim, 2 Orang Utan Terdorong Keluar Habitat









