Nasional
Darurat Asap: Angka ISPU Palangka Raya Tembus 1.258, Laporan Kasus ISPA Nasional Melonjak hingga 14 Juta Jiwa
Kaltimtoday.co - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian tak terkendali di berbagai wilayah Indonesia memberikan dampak ganda yang sangat mengkhawatirkan. Selain memicu melonjaknya laporan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara nasional, bencana ini juga memperburuk Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di kawasan terdampak hingga berada pada level sangat berbahaya.
Berdasarkan data resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga minggu epidemiologi ke-38, akumulasi laporan kasus ISPA di Indonesia secara nasional telah menembus 14.088.945 kasus. Lonjakan kasus ini terjadi secara konsisten sepanjang musim kemarau, terutama pada periode Juli hingga September 2026 dengan rata-rata laporan mencapai 400.000 hingga 420.000 kasus setiap minggunya.
Secara kuantitas laporan medis, provinsi dengan jumlah kasus ISPA terbanyak tercatat berada di wilayah berpopulasi padat, yakni:
- Jawa Barat: 2.533.888 kasus
- Jawa Tengah: 2.358.930 kasus
- DKI Jakarta: 1.600.814 kasus
- Jawa Timur: 1.374.373 kasus
- Banten: 832.031 kasus
ISPU Kalimantan Tengah Berada di Level Sangat Berbahaya
Meski laporan kuantitas kasus ISPA terbanyak disumbang oleh area berpenduduk padat di Pulau Jawa, tingkat keparahan racun udara dan paparan asap karhutla paling ekstrem berada di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Data pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencatat kawasan Jekan Raya di Kota Palangka Raya, Kalteng menjadi wilayah dengan tingkat pencemaran udara terburuk di Indonesia setelah angkanya menembus 1.258(kategori Sangat Berbahaya).
Berikut adalah daftar 10 wilayah di Indonesia dengan angka ISPU tertinggi dan terparah akibat paparan asap karhutla:
- Palangka Raya (Jekan Raya), Kalteng: 1.258 (Sangat Berbahaya)
- Kabupaten Katingan, Kalteng: 859 (Sangat Berbahaya)
- Kabupaten Barito Selatan (Sanggu), Kalteng: 645 (Sangat Berbahaya)
- Kabupaten Penukal Abab Lematang (PALI), Sumsel: 522
- Kabupaten Gunung Mas, Kalteng: 514
- Palembang (Bukit Kecil), Sumsel: 483
- Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng: 445
- Kabupaten Muaro Jambi, Jambi: 375
- Kota Jambi (Paal Lima), Jambi: 348
- Kabupaten Musi Rawas, Sumsel: 319
Langkah Penanganan Darurat Kemenkes
Kombinasi antara tingginya angka ISPA dan ekstremnya pencemaran ISPU dipicu oleh partikel halus PM2,5, karbon monoksida, serta senyawa organik beracun yang terkandung dalam asap karhutla. Kondisi ini sangat membahayakan kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit paru kronis.
"Anak-anak adalah kelompok yang paling berisiko karena sistem pernapasan mereka masih berkembang. Sementara pada lansia, polutan ekstrem dapat memperberat Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) hingga gangguan kardiovaskular," tegas Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, dr. Then Suyanti.
Guna menanggulangi krisis kesehatan ini, Kemenkes menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta menyiagakan Rumah Oksigen, yakni ruang steril kedap asap yang dilengkapi air purifier dan konsentrator oksigen, di berbagai titik rawan. Masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas luar ruang, menggunakan masker respirator standar N95, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami sesak napas.
[RWT]
Related Posts
- Perkuat Mitigasi Karhutla, Presiden Prabowo Dijadwalkan Lantik Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Pekan Depan
- Penempatan P3K Optimalisasi Kembali Dibahas di RDP, Komisi I DPRD Dorong BKPSDM Segera Tindak Lanjuti
- Hibah Aset di Tenggarong Seberang untuk Kampus Unikarta, Disdikbud Kukar Siap Koordinasi dengan BPKAD
- BKPSDM Kukar Kaji Opsi Pemindahan PPPK Optimalisasi, Kebutuhan OPD Jadi Pertimbangan
- RDP Bahas Evaluasi Kebakaran Permukiman, Hidran dan Tandon Jadi Prioritas di Zona Merah Kelurahan Melayu







