Daerah
Kabut Asap Belum Mereda, TRC PPA Kaltim Soroti Ancaman ISPA pada Anak
Kaltimtoday.co, Samarinda - Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Kaltim. Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak pemerintah provinsi segera menangani kabut asap yang disebut masih menyelimuti sejumlah wilayah dan dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.
Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun, mengatakan aksi tersebut telah direncanakan sejak lama. Keputusan untuk turun ke jalan semakin kuat setelah pihaknya menerima informasi mengenai seorang anak berusia satu tahun yang meninggal dunia dan disebut didiagnosis mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Ketika ada balita yang meninggal dunia, kemudian sang ibu saat kami tanyakan kalau anaknya tidak memiliki riwayat penyakit ISPA, maka dari itu kami turun ke jalan,” ungkap Rina.
Selain menyoroti dampak kabut asap, Rina juga mengkritik respons Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, yang dinilainya belum menunjukkan perhatian memadai terhadap kondisi yang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan tersebut.
Ia turut menyoroti aktivitas gubernur yang disebut melakukan perjalanan ke Singapura di tengah situasi kabut asap serta pernyataan mengenai kondisi cuaca di Kaltim yang dinilai masih aman.
Rina mempertanyakan langkah konkret pemerintah provinsi dalam menangani kondisi tersebut, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti anak-anak.
“Setelah ini apakah perlu menunggu banyak anak lagi yang meninggal baru Pemprov Kaltim akan bertindak,” tegasnya.
Dalam aksi tersebut, TRC PPA Kaltim juga mendesak pemerintah provinsi segera mengalokasikan anggaran untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan petugas pemadam kebakaran yang menangani kebakaran lahan. Menurut Rina, keselamatan petugas yang bertugas di lapangan perlu menjadi perhatian utama.
Saat ditanya mengenai jumlah anak yang dilaporkan mengalami ISPA di tengah memburuknya kondisi udara, Rina mengatakan pihaknya telah menerima banyak laporan. Namun, sejauh ini ia baru mengunjungi tiga anak secara langsung.
“Semua rata-rata terpaparnya setelah perburukan cuaca akibat kebakaran lahan ini,” tutupnya.
[RWT]
Related Posts
- Pastikan Kualifikasi Penerima Insentif, Ratusan Guru Ngaji di Kukar Ikuti Sertifikasi Munaqosyah
- KPP Pratama Samarinda Ilir Gelar Forum Konsultasi Publik Bahas Coretax Hingga Aturan UMKM
- Desak Transparansi Kasus Karhutla, Komisi IV DPR Minta Presiden Prabowo Buka Data Perusahaan Penyebab Kebakaran
- Dilantik Prabowo, Ini Tugas Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional di Bawah Satyawan Pudyatmoko
- BMKG Uji Coba Teknologi Dry Ice Pembuka Lapisan Asap Karhutla di 6 Provinsi Prioritas









