banner

DISKOMINFO KUKAR

Program RT-Ku Terbaik Kukar Disalurkan Rp50 Juta per RT Mulai Oktober 2026

Supri Yadha — Kaltim Today 03 Oktober 2026 18:33
Program RT-Ku Terbaik Kukar Disalurkan Rp50 Juta per RT Mulai Oktober 2026
Kepala DPMD Kukar Arianto memberikan keterangan terkait program RT-Ku Terbaik di Tenggarong, Sabtu (3/10/2026).

TENGGARONG, Kaltimtoday.co - Program RT-Ku Terbaik di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tahun 2026 mengalami penyesuaian alokasi anggaran.

Dari rencana awal sekitar Rp150 juta per RT, besaran bantuan disesuaikan menjadi Rp50 juta per RT lantaran waktu pelaksanaan yang tersisa tiga bulan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menyatakan perubahan alokasi dana tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antara DPRD Kukar dan pihak eksekutif.

"Untuk program RT-Ku Terbaik, untuk 2026 ini ada koreksi kesepakatan bersama DPR dengan eksekutif. Itu disalurkan Rp50 jutaan," ujar Arianto, Sabtu (3/10/2026).

Arianto merincikan, dari total anggaran Rp50 juta per RT, sebesar Rp29 juta dialokasikan untuk operasional RT berupa insentif.

Sementara itu, alokasi dana sekitar Rp21 juta disiapkan khusus untuk mendukung berbagai kegiatan di tingkat RT.

Penyaluran anggaran program ini akan dimulai secara bertahap pada Oktober 2026.

Meski demikian, penggunaan alokasi kegiatan sebesar Rp21 juta masih dalam tahap kajian agar selaras dengan tenggat waktu yang ada.

"Yang Rp21 jutaan itu penggunaannya apa, nanti masih dikaji, kira-kira menyesuaikan waktu tiga bulan ini bisa terlaksana dan menyesuaikan kapan kesiapan semua anggaran itu disalurkan," kata Arianto.

Dari segi regulasi, Peraturan Bupati (Perbup) serta petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan program RT-Ku Terbaik dipastikan sudah siap dan diterapkan.

Para pendamping desa, kelurahan, dan kecamatan juga telah aktif bertugas sejak 1 Oktober 2026 untuk memverifikasi usulan dari setiap RT.

Usulan kegiatan nantinya dihimpun langsung dari RT dengan menyesuaikan kemampuan pendanaan serta sisa waktu pelaksanaan pada tahun ini.

Beberapa opsi kegiatan yang berpotensi dibiayai meliputi penyediaan fasilitas internet gratis, pembangunan infrastruktur, hingga operasional kegiatan gotong royong.

"Apakah nanti digunakan untuk fasilitas internet gratis, apakah nanti digunakan untuk fasilitas infrastruktur, atau misalnya untuk operasional gotong royong, itu nanti masih kita lihat," tutur Arianto.

DPMD Kukar akan memeta seluruh usulan RT dan melakukan simulasi untuk menentukan kegiatan yang paling memungkinkan direalisasikan hingga akhir tahun.

Arianto menegaskan penyesuaian alokasi ini dilakukan agar pelaksanaan program di sisa akhir tahun 2026 tetap dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Kita akan lihat usulan-usulan RT itu, kemudian kita simulasikan mampunya dilaksanakan apa," pungkas Arianto.

[TOS | ADV DISKOMINFO KUKAR]



Berita Lainnya