banner

DISKOMINFO KUKAR

Tari Kolosal “Penjaga Tahta di Tepian Mahakam” Siap Buka Erau 2026

Supri Yadha — Kaltim Today 19 September 2026 14:05
Tari Kolosal “Penjaga Tahta di Tepian Mahakam” Siap Buka Erau 2026
Suasana gladi bersih di Stadion Rondong Demang Tenggarong. (Supri/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Ratusan penari mematangkan penampilan terakhir menjelang pembukaan Festival Erau Adat Kutai 2026. Gladi bersih tari kolosal digelar di Stadion Rondong Demang, dengan seluruh penari tampil mengenakan kostum lengkap.

Gladi bersih tersebut turut disaksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar), Heriansyah, bersama Kabag Prokom Setdakab Kukar, Ismed, Jumat (18/9/2026).

Tari kolosal yang menjadi bagian dari Opening Ceremony Erau 2026 itu mengusung tajuk “Penjaga Tahta di Tepian Mahakam”. Pertunjukan tersebut memadukan beragam unsur budaya, mulai dari tari keraton, Melayu pesisir, hingga sejumlah budaya Dayak.

Tema “Penjaga Tahta di Tepian Mahakam” menggambarkan semangat dan tanggung jawab bersama untuk menjaga, merawat, sekaligus meneruskan warisan budaya leluhur kepada generasi berikutnya.

Heriansyah mengatakan, gladi bersih menjadi bagian dari persiapan akhir sebelum pelaksanaan pembukaan Erau pada 20 September 2026. Rangkaian persiapan dijadwalkan berlangsung sejak pagi.

“Ini persiapan untuk hari H di tanggal 20 September, yang memang kita jadwalkan dari pagi, sekira jam 8. Harapannya proses mendirikan Pinang Ayu, (penampilan) itu sudah dilakukan,” kata Heriansyah.

Kemudian, pukul 08.30 Wita, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Adji Muhammad Arifin bersama Bupati Kukar dan pejabat lainnya dijadwalkan bergeser untuk menghadiri acara pembukaan seremonial di Stadion Rondong Demang.

Pengaturan waktu tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang cukup ekstrem. Heriansyah berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat dimulai lebih pagi.

“Jadi, kita dalam kondisi cuaca yang cukup ekstrem. Kita minta proses pelaksanaannya ini kita setting agar kita bisa lebih pagi,” sambungnya.

Di tengah persiapan tersebut, para penari juga diminta menjaga kondisi fisik. Disiplin selama latihan, menjaga pola makan, serta mencukupi kebutuhan air menjadi perhatian agar stamina tetap terjaga saat tampil.

Sementara terkait kondisi kualitas udara, Heriansyah menyebut situasinya mulai membaik dibandingkan hari sebelumnya.

“Kita berdoa, mudah-mudahan di hari H kualitas udara tidak di level berbahaya,” pungkasnya.

[RWT | ADV DISKOMINFO KUKAR]



Berita Lainnya