Advertorial

Bepelas, Warisan Sakral Kesultanan Kutai yang Digelar Tujuh Malam

Supri Yadha — Kaltim Today 22 September 2026 14:07
Bepelas, Warisan Sakral Kesultanan Kutai yang Digelar Tujuh Malam
Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Adji Muhammad Arifin saat menjalani Bepelas malam kedua di Keraton Kesultanan. (Supri/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Prosesi Bepelas malam kedua dalam rangkaian sakral Erau Adat Kutai 2026 kembali digelar di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Senin (22/9/2026) malam. 

Prosesi ini menjadi salah satu tradisi utama yang dijalankan selama tujuh malam berturut-turut.

Bepelas merupakan prosesi yang berkaitan dengan pembersihan serta pemujaan jiwa dan raga Sultan. Dalam pelaksanaannya, Sultan menjalani sejumlah tahapan adat yang berlangsung di lingkungan keraton.

Setiap malam Bepelas memiliki rangkaian yang hampir serupa. Dalam prosesi tersebut, Sultan menginjakkan kaki ke batu kemudian menuju Gong Raden Galuh.

Setelah prosesi selesai, leduman meriam menjadi penanda malam Bepelas. Jumlah leduman disesuaikan dengan malam pelaksanaannya. Bepelas malam pertama ditandai satu leduman, malam kedua dua leduman, hingga malam ketujuh dengan tujuh leduman.

Selain prosesi utama, setiap malam Bepelas juga dirangkai dengan Tari Kanjar Bini dan Ganjur Laki.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah atau Pangeran Hario Noto Negoro menjelaskan, Bepelas merupakan ritual untuk menguatkan semangat atau mental Sultan agar jiwa dan raganya menjadi kuat.

“Sehingga tujuannya bagaimana beliau (Sultan) bisa memimpin dengan arif dan bijaksana,” katanya.

Sementara itu, Bepelas malam kedua turut dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Asisten I Setkab Kukar Akhmad Taufik Hidayat dan Wakil Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid.

“Alhamdulillah Bepelas malam kedua berjalan lancar, tadi dari Ayahanda Sultan hadir. Mudah-mudahan acara ini sampai penutupan berjalan lancar,” kata Taufik.

Ia menyebut kehadiran jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dalam prosesi Bepelas telah dijadwalkan secara bergantian setiap malam.

Pada malam kedua, Taufik hadir bersama sejumlah kepala bagian di lingkungan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kukar. Sementara pada malam berikutnya, giliran Asisten II bersama sejumlah OPD yang dijadwalkan hadir.

“Setiap OPD ada dibagi sudah, besok (malam hari ini) ada Asisten II dengan beberapa OPD, sudah terbagi,” tuturnya.

Pada Bepelas malam pertama, prosesi turut dihadiri Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, Sekretaris Daerah Sunggono, sejumlah kepala dinas, Forkopimda, serta Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji.

Selain pejabat daerah, sejumlah pelajar juga diundang untuk menyaksikan langsung prosesi Bepelas di lingkungan Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Kehadiran pelajar tersebut menjadi bagian dari tema Erau 2026, yakni “Raja Menjamu Rakyatnya”. Pelibatan generasi muda diharapkan menjadi bagian dari pengenalan sekaligus pelestarian adat dan budaya Kutai.

“Mereka menikmati sajian dari proses sakral. Ini merupakan bentuk dari keseriusan kita untuk melestarikan adat budaya yang ada di Kutai Kartanegara,” kata Bupati Aulia.

Bepelas sendiri merupakan salah satu bagian dari rangkaian panjang Erau Adat Kutai. Selain Bepelas, sejumlah prosesi adat lainnya turut dilaksanakan, di antaranya Beluluh Sultan, Beseprah, Mengulur Naga, Beumban, Begorok, Naga Bekenyawa, Rangga Titi hingga Belimbur.

[RWT | ADV ERAU 2026]



Berita Lainnya