Daerah

Wagub Seno Aji Takziah ke Keluarga Balita yang Meninggal Diduga akibat Asap, Rekomendasikan Karhutla Jadi Bencana Nasional

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 22 Oktober 2026 16:46
Wagub Seno Aji Takziah ke Keluarga Balita yang Meninggal Diduga akibat Asap, Rekomendasikan Karhutla Jadi Bencana Nasional
Seno Aji kunjungan ke keluarga balita yang meninggal sesak nafas di tengah karhutla Samarinda. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Seno Aji melakukan lawatan pribadi ke keluarga balita yang meninggal akibat sesak nafas, di tengah bencana Karhutla Samarinda. Ia ditemani istrinya, memberikan bantuan ke kediaman keluarga korban di daerah Jalan Diponegoro, Bukuan, Samarinda, Kaltim.

Sebelumnya diberitakan, Seorang balita perempuan berusia 1 tahun 2 bulan bernama Yazlyn Syanindita (Canin/YS) meninggal dunia pada 15 Oktober 2026 di RS Mulya Medika Samarinda setelah mengalami sesak napas. 

Sesampai di rumah keluarga korban, Seno mendengarkan kronologi dari pihak keluarga. Ia turut mengucapkan bela sungkawa, atas kejadian yang menimpa balita tersebut.

"Ini sebenarnya kunjungan pribadi. Kami mendengar kabar bahwa ada warga Bukuan yang meninggal dunia, bayi berusia satu setengah tahun, meninggal dunia karena terindikasi akibat asap," kata Wagub Kaltim Seno Aji.

Melihat peristiwa ini, ia ingin tidak ada lagi kasus serupa yang terjadi di Kalimantan Timur. Menyikapi Karhutla, dirinya juga sudah memberikan rekomendasi ke pusat untuk menaikkan status menjadi bencana nasional.

"Sudah KAMI rekomendasikan ke pusat, nanti kami akan melihat satu sampai dua hari ke depan bagaimana nantinya BNPB merespons hal tersebut," sebutnya.

Terpisah, Sindhy selaku ibu korban mengungkapkan kondisi asap di sekitar tempat tinggalnya saat itu cukup tebal. Bahkan, setiap hari terdapat abu yang menempel di sekitar rumahnya. Kondisi tersebut membuatnya harus berulang kali membersihkan abu yang menumpuk.

“Di sini waktu itu lumayan tebal sih, Pak. Setiap hari itu pasti ada abu-abu,” ungkap Sindhy.

Ia menceritakan, kondisi anaknya memburuk setelah pulang kontrol dari rumah sakit. Saat itu, anaknya sempat bolak-balik dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) ke poli sebelum akhirnya kembali masuk ke ruang rawat inap. Ia menyebut, saat dibawa ke IGD, anaknya sempat disarankan menjalani rawat jalan.

“Perawatannya sempat dibolak-balikkan dari IGD ke poli. Habis dari poli disuruh ke IGD. Kondisi anak saya itu sudah kritis, napasnya sudah lewat mulut,” tuturnya.

Anaknya sempat mengalami henti napas ketika berada di ruang rawat inap. Tim medis kemudian melakukan tindakan pompa jantung sebelum membawanya ke ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Namun, anaknya tidak sampai satu jam berada di ruang tersebut.

Atas kejadian tersebut, sindhy mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi asap, termasuk dengan menggunakan masker. Ia mengaku, anaknya juga telah menggunakan masker. Meski demikian, ia berusaha menerima kepergian anaknya.

"Tetap pakai masker untuk masyarakat yang terdampak bencana karhutla," tutupnya.

[RWT] 



Berita Lainnya