Daerah
Warga Binaan Lapas Balikpapan Tewas Dipenuhi Luka Lebam, Kalapas Bantah Keterlibatan Sipir
Kaltimtoday.co, Balikpapan - Seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus narkotika berinisial MH dilaporkan meninggal dunia setelah terlibat perkelahian dengan sesama warga binaan di Lapas Kelas IIA Balikpapan, Kalimantan Timur. Pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka lebam, terutama pada area kepala.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa (29/9/2026) tersebut sempat memicu spekulasi di media sosial. Beredar kabar bahwa korban tewas akibat pengeroyokan massal yang diduga melibatkan oknum petugas lapas (sipir).
Namun, tuduhan tersebut dibantah tegas oleh Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan, Andri Lesmano. Hasil investigasi internal memastikan tidak ada keterlibatan petugas dalam insiden penganiayaan tersebut.
"Singkatnya, pada 29 September kemarin yang bersangkutan melakukan perkelahian di kamarnya, yaitu di kamar Blok B Nomor 7," ujar Andri, Kamis (1/10/2026).
Kronologi Kejadian
Andri membeberkan bahwa MH yang tengah menjalani hukuman penjara selama enam tahun tersebut terlibat perkelahian fisik sebanyak dua kali dalam sehari di dalam sel huniannya.
Perkelahian pertama meletus sekitar pukul 14.00 WITA ketika MH mendadak menyerang rekan sekamarnya berinisial I, namun berhasil dilerai oleh penghuni kamar lainnya.
Insiden kedua kembali berulang pada malam hari sekitar pukul 22.00 WITA. Kali ini, MH menyerang rekan sekamarnya yang lain berinisial R saat yang bersangkutan sedang tertidur.
Pasca-insiden perkelahian malam tersebut, kondisi kesehatan MH memburuk hingga hilang kesadaran. Pihak lapas langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Hasil Visum dan Sikap Keluarga
Meski telah mendapatkan pertolongan medis, tim dokter RSUD Kanujoso Djatiwibowo menyatakan MH meninggal dunia pada Rabu (30/9/2026) dini hari pukul 02.49 WITA. Berdasarkan hasil visum luar, ditemukan jejak luka lebam akibat benturan benda tumpul di bagian kepala dan tubuh korban.
Guna memastikan kejelasan kasus, pihak Lapas Balikpapan melakukan pemeriksaan internal menyeluruh dan menyerahkan penanganan lanjutan sesuai prosedur kejahatan penganiayaan sesama warga binaan.
Jenazah korban telah diserahkan resmi kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga korban menyatakan menerima insiden ini dan sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan tanpa menempuh jalur hukum.
[RWT]
Related Posts
- Protes Pilrek Berujung Penutupan Gerbang, Akses Mahasiswa Unmul Terganggu
- In This Economy, Masih Perlukah Guru MTsN dan MAN Dijejali Tugas sebagai KPA, PPSPM, PPK, dan Bendahara?
- BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Peserta di Balikpapan Dapat Layanan Klaim Optimal
- Veddriq Turun di Panjat Tebing hingga MLBB Lawan Filipina, Cek Jadwal Indonesia di Asian Games 2026 Hari Ini
- Diikat Kontrak 2 Tahun, Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Tembus Rp6,8 Juta–Rp8,3 Juta









