Advertorial

Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional, Pj Bupati PPU Tekankan Percepatan Transformasi Digital 

Muhammad Razil Fauzan — Kaltim Today 20 Mei 2024 19:56
Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional, Pj Bupati PPU Tekankan Percepatan Transformasi Digital 
Suasana upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2024 pada Senin, (20/05/2024). (Humas Setda PPU)

Kaltimtoday.co, Penajam - Meski hujan mengguyur, Pemerintah Daerah (Pemda) Penajam Paser Utara (PPU) dengan hikmat melaksanakan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2024 pada Senin (20/5/2024).

Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara, Makmur Marbun, yang bertindak sebagai inspektur upacara, turut membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika. 

Ia menyampaikan bahwa, lebih dari seabad lalu, pada 20 Mei 1908, berdirilah organisasi Boedi Oetomo, yang kala itu telah menanamkan benih cita-cita untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

“Hari berdirinya Boedi Oetomo inilah yang kelak menjadi simbol dari Hari Kebangkitan Nasional yang kita peringati hari ini. Boedi Oetomo menjadi awal mula tempat orang belajar dan berdebat tentang banyak hal, dan dari sana timbul pula pemikiran tentang pentingnya memperluas keanggotaan yang mencakup seluruh rakyat Hindia Belanda,” ucap Marbun dalam membacakan sambutan tertulis Menkominfo RI.

Di masa kini, Indonesia berada pada fase kebangkitan kedua, melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dirintis para pendiri bangsa. Pesatnya kemajuan teknologi menandai zaman baru.

“Dengan pencanangan percepatan transformasi digital nasional oleh Bapak Presiden Joko Widodo yang dipacu beberapa tahun terakhir ini, tantangan demi tantangan dapat kita hadapi bersama. Kerja bersama dari seluruh komponen bangsa telah menggerakkan roda transformasi dengan pasti,” jelasnya.

Lebih lanjut, Marbun menegaskan bahwa kebangkitan kedua ini menjadi momen penting bagi seluruh rakyat Indonesia untuk terus menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan.

“Kemajuan telah terpampang di depan mata. Momen ini mesti kita tangkap agar kita langgeng menuju mimpi sebagai bangsa. Tidak mungkin lagi bagi kita untuk berjalan lamban, karena kita berkejaran dengan waktu. Di titik inilah, seluruh potensi sumber daya alam, bonus demografi, potensi transformasi digital, menjadi modal dasar menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

[RWT | ADV DISKOMINFO PPU] 

Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp https://whatsapp.com/channel/0029VaK3syJHltY7KzBZDK21



Berita Lainnya