Daerah
Hampir Satu Truk, Sampah Cup Minuman Jadi Sorotan DLHK Berau Jelang Adipura
Kaltimtoday.co, Berau - Tumpukan sampah bekas wadah minuman mendominasi hasil pembersihan di sejumlah lingkungan sekolah di Berau. Bahkan, volume sampah plastik tersebut disebut hampir memenuhi satu truk.
Temuan itu menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau yang tengah memperketat persiapan menghadapi penilaian Adipura.
Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan persoalan sampah, khususnya sampah plastik, menjadi salah satu fokus utama dalam persiapan tersebut.
Menurutnya, sampah bekas minuman kemasan banyak ditemukan saat kegiatan kerja bakti di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Gunung Tabur dan Kelurahan Gayam Panjang.
“Kenapa melibatkan anak SMP? Karena di sana disinyalir sampah-sampah buangan anak-anak sekolah dari cup-cup itu, untuk minuman, itu banyak sekali. Hampir satu truk itu semuanya isinya itu,” ujar Zulkifli, Senin (5/10/2026).
Selain sampah bekas minuman, petugas juga menemukan berbagai jenis sampah rumah tangga berbahan plastik yang dibuang di sekitar lokasi.
“Kendati demikian, volume terbesar tetap disumbangkan oleh sampah bekas minuman,” katanya.
Temuan tersebut menjadi perhatian karena DLHK tidak hanya mengejar kebersihan secara fisik, tetapi juga ingin membangun kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah.
Zulkifli menilai keterlibatan pelajar dalam kegiatan kebersihan menjadi bagian penting dari upaya menanamkan kesadaran sejak dini. Menurutnya, menjaga kebersihan harus dibentuk sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika ada penilaian atau kegiatan tertentu.
“Kalau sudah lifestyle jalan, orang akan enggan sendiri dengan membuang sampah. Itu pentingnya anak-anak mulai dari sejak dini kita tanamkan rasa bersih itu,” ujarnya.
Di sisi lain, DLHK Berau kini mulai memperketat persiapan di berbagai titik yang menjadi lokasi pantau Adipura.
Persiapan dilakukan dengan menyasar kawasan perkotaan, kelurahan, hingga sejumlah fasilitas publik, seperti rumah sakit, dermaga, dan bandara.
“Semua yang berkaitan dengan titik pantau Adipura kita undang untuk mempersiapkan, termasuk TPA, lurah-lurah yang terkait, dan titik pantau di rumah sakit, dermaga, serta bandara,” jelas Zulkifli.
Ia mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dan memastikan setiap titik pantau dipersiapkan secara matang.
Bagi DLHK Berau, persiapan Adipura tidak semata-mata soal mempercantik kawasan menjelang penilaian. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
[MGN | RWT]
Related Posts
- Rumah Terasa Sempit? Kenali 7 Faktor Penyebab yang Sering Tak Disadari
- Atap Rumah Sering Bocor Saat Hujan? Kenali 3 Area Rawan dan Solusinya
- Jangan Tunggu Haus! Kenali 4 Tanda Tubuh Mulai Kekurangan Cairan
- Darurat Polusi Udara: 8,1 Juta Kematian Dini dan Ancaman Kesehatan Global
- Benarkah Polusi Udara Picu Perubahan Iklim? Simak Penjelasan Ilmiahnya









