Nasional
Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting Kian Meluas hingga 54.000 Hektare, Relawan Desak Pemerintah Kirim Water Bombing
Kaltimtoday.co - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan konservasi Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, kini telah mencapai situasi yang mengkhawatirkan.
Menghadapi kobaran api yang terus meluas dan mengancam kelangsungan ekosistem langka di dalamnya, para relawan dari kalangan pelaku wisata melayangkan surat terbuka mendesak intervensi darurat dari pemerintah pusat.
Kondisi di lapangan dilaporkan telah berada di titik kritis. Berdasarkan estimasi, luas area lahan dan hutan yang terdampak diperkirakan telah menyentuh angka 54.000 hektare serta berpotensi terus bertambah. Terbatasnya jumlah personel pemadam serta minimnya peralatan pendukung membuat upaya pemadaman secara manual di darat tidak lagi sepadan dengan ganasnya api yang membakar kawasan inti taman nasional tersebut.
Melalui berbagai seruan di media sosial, termasuk yang disuarakan oleh akun resmi Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan, para relawan menyampaikan jeritan hati atas situasi yang kian tak terkendali ini. Mereka mendesak agar pemerintah segera mengerahkan armada pemadam udara (water bombing) guna memotong laju penyebaran api.
"Kami selaku relawan dari pelaku wisata di Taman Nasional Tanjung Puting sudah berusaha berhari-hari untuk membantu memadamkan api. Yang terbakar itu kurang lebih 54.000 hektare dan akan terus bertambah. Jadi kami mohon bantuannya untuk menyalurkan water bombing," ujar seorang relawan dalam rekaman video yang beredar luas.
Para relawan menegaskan bahwa curahan tenaga, waktu, dan sumber daya lokal yang dikerahkan selama berhari-hari belum mampu menjinakkan musibah kebakaran berskala besar ini. Dukungan yang ada saat ini dinilai belum efektif untuk mengimbangi eskalasi si jago merah di tengah medan hutan tropis yang berat.
Selain mendesak pengoperasian helikopter water bombing, para relawan turut mengharapkan adanya alokasi anggaran darurat serta tambahan pasokan logistik bagi seluruh petugas dan relawan yang terus berjibaku di garis depan pemadaman.
Ancaman Nyata bagi Habitat Orangutan dan Pariwisata
Taman Nasional Tanjung Puting, yang membentang di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Seruyan, selama ini dikenal dunia internasional sebagai benteng pertahanan terakhir bagi habitat alami orangutan liar di Kalimantan. Selain satwa berbulu jingga tersebut, kawasan ini juga menjadi rumah perlindungan bagi berbagai satwa endemik dilindungi lainnya, seperti bekantan, owa-owa, hingga makaka.
Dampak kerusakan ekosistem akibat karhutla ini tidak hanya mengancam keselamatan flora dan fauna langka, tetapi juga memukul telak sektor pariwisata daerah. Aktivitas ikonik berupa penyusuran Sungai Sekonyer menggunakan kapal tradisional klotok, yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara, kini terancam lumpuh total jika kobaran api gagal dikendalikan.
[RWT]
Related Posts
- Karhutla Belum Reda, Rudy Mas'ud Minta Patroli Bergerak Lebih Cepat
- Sempat Tertunda akibat Asap Karhutla, Seluruh Penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Kembali Normal
- Atasi Karhutla Lahan Gambut, BRIN Kembangkan Formula Pemadam Api Berbasis Pati Singkong "Singkong-APP"
- Jarak Pandang Turun akibat Asap Karhutla, 124 Penerbangan di 14 Bandara Kalimantan Masih Terdampak
- Kasus ISPA di Kukar Tembus 10.012 pada September, Naik Hampir 1.000 Kasus







