Daerah

Kutai Cultural Summit 2026 Jadi Ruang Belajar Sejarah dan Tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura bagi Generasi Muda

Supri Yadha — Kaltim Today 06 November 2026 19:38
Kutai Cultural Summit 2026 Jadi Ruang Belajar Sejarah dan Tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura bagi Generasi Muda
Kutai Cultural Summit 2026 di Pendopo Odah Etam Tenggarong. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura hingga tradisi Erau Adat Kutai menjadi pembahasan dalam talkshow kebudayaan yang digelar Kukar Youth Hub di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Kamis (5/11/2026) kemarin.

Kutai Cultural Summit 2026 yang diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan pelajar hingga mahasiswa ini menjadi ruang pengenalan warisan budaya daerah kepada generasi muda.

Ketua Kukar Youth Hub, Syahrul R mengatakan, Kutai Cultural Summit 2026 mengangkat tema Mengenal Lebih Dekat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura melalui Bingkai Sejarah dan Tradisi Luhur bagi Generasi Muda Kutai Kartanegara.

Menurutnya, pengenalan sejarah dan kebudayaan Kutai perlu dilakukan secara lebih luas agar generasi muda memahami perjalanan kesultanan serta tradisi yang diwariskan hingga sekarang.

"Tujuan kegiatan ini untuk memperkenalkan sejarah dan tradisi luhur Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura secara lebih mendalam kepada generasi muda," kata Syahrul, Jumat (6/11/2026).

Dalam talkshow tersebut, menghadirkan tiga pemateri dengan pembahasan yang berbeda. Yakni Awang Rifani, yang merupakan budayawan sekaligus dosen Fisip Unikarta, membawakan materi tentang sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Kemudian, Ridzki Agusty Alwie, selaku Ketua Harian Kerabat Muda Sultan Aji Muhammad Idris, mengulas peran Sultan Kutai dari masa ke masa. 

Sementara itu, sejarawan sekaligus budayawan Kutai, Rusdiansyah, membahas sejarah dan prosesi pelaksanaan Erau Adat Kutai.

Syahrul menjelaskan, peserta kegiatan berasal dari perwakilan pelajar tingkat SD, SMP, SMA, SMK hingga mahasiswa yang berada di Tenggarong. Total peserta yang mengikuti kegiatan tersebut mencapai sekitar 100 orang.

"Kami melibatkan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, SMA, SMK hingga mahasiswa. Harapannya, pengenalan sejarah dan budaya Kutai ini bisa menjangkau generasi muda secara lebih luas," jelasnya.

Dia berharap, kegiatan tersebut dapat menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah. Sebab, pelestarian kebudayaan membutuhkan keterlibatan generasi penerus agar sejarah dan tradisi tidak semakin jauh dari kehidupan masyarakat.

"Harapan kami, melalui kegiatan ini tumbuh rasa memiliki, kebanggaan, dan kesadaran bersama di kalangan pemuda tentang pentingnya menjaga warisan budaya lokal, terutama di tengah arus modernisasi," tutupnya.

[RWT] 



Berita Lainnya