DISDIKBUD BONTANG

Meski Waktu Latihan Mepet, Tim Pantomim SDN 008 Bontang Utara Raih Juara 3 FLS3N

Fitriwahyuningsih — Kaltim Today 17 Mei 2026 16:30
Meski Waktu Latihan Mepet, Tim Pantomim SDN 008 Bontang Utara Raih Juara 3 FLS3N
2 pelajar SDN 008 Bontang Utara, Justin dan Satya, saat menunjukkan piagam penghargaan usai berhasil meraih juara ketiga cabang pantomim dalam FLS3N tingkat Kota Bontang 2026 di Sport Center Lok Tuan, Sabtu (16/5/2026). (Foto: Istimewa)

BONTANG, Kaltimtoday.co - Dua pelajar SDN 008 Bontang Utara, Justin dan Satya, berhasil meraih juara ketiga dalam cabang lomba pantomim pada ajang Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kota Bontang 2026. Dalam kompetisi tersebut, keduanya tampil membawakan tema pantang menyerah dalam mengerjakan tugas sekolah melalui pertunjukan berdurasi enam menit.

Mewakili tim guru pendamping, Siti Ernawati, menyampaikan bahwa capaian tersebut cukup membanggakan mengingat persiapan tim terbilang sangat singkat. Salah satu anggota tim diketahui sempat mengikuti lomba hafiz Qur'an terlebih dahulu, sehingga waktu untuk latihan bersama menjadi terbatas.

“Tahun ini latihannya enggak seintens sebelumnya. Tapi mereka sudah punya dasar gerakan pantomim,” ujar Erna saat ditemui di Sport Center Lok Tuan, Sabtu (16/5/2026) pagi.

Erna menjelaskan, persiapan intensif baru dapat dilakukan sekitar dua minggu sebelum perlombaan berlangsung. Selama proses latihan tersebut, para peserta tidak hanya mempelajari gerakan tubuh, melainkan juga memperdalam ekspresi wajah yang menjadi unsur krusial dalam seni pantomim.

“Yang paling susah itu mimik wajah. Dari gerak mata, bibir, sampai alis harus sesuai dengan pesan yang mau disampaikan,” katanya.

Menurut Erna, pantomim bukan sekadar pertunjukan tanpa suara, melainkan bagaimana seorang pemain mampu menyampaikan pesan secara kuat lewat gerak tubuh dan ekspresi. Oleh karena itu, sinkronisasi antara gerakan dan musik pengiring juga menjadi fokus utama selama proses latihan berjalan.

Meski dihadapkan pada persiapan yang mepet, Erna mengaku bersyukur karena anak didiknya tetap mampu mempertahankan prestasi. Sekolah tersebut tercatat konsisten masuk dalam posisi tiga besar dalam ajang FLS3N selama dua tahun terakhir.

Sebagai langkah keberlanjutan, pihak sekolah kini berencana untuk mulai menjaring bibit-bibit baru dari siswa kelas bawah. Langkah ini diambil agar proses pembinaan ke depan dapat dilakukan dengan waktu yang lebih panjang dan matang.

“Saya sempat merasa enggak dapat juara karena pesaingnya bagus semua. Tapi ternyata pesan yang disampaikan anak-anak bisa sampai ke dewan juri,” tutur Erna.

[TOS]



Berita Lainnya