Nasional

Pemerintah Mulai Distribusikan 2,4 Juta Genting Jatiwangi Lewat Program Gentingisasi

Network — Kaltim Today 09 November 2026 05:25
Pemerintah Mulai Distribusikan 2,4 Juta Genting Jatiwangi Lewat Program Gentingisasi
Ilustrasi genting. (Pexels)

Kaltimtoday.co - Pemerintah pusat mulai mendistribusikan sebanyak 2,4 juta genting hasil produksi perajin lokal di Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, ke berbagai wilayah. Pengiriman ini merupakan bagian dari program "gentingisasi" yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan material perumahan sekaligus menggerakkan sektor industri kerajinan rakyat.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono, menyatakan bahwa program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak turunan (multiplier effect) bagi perekonomian lokal, mulai dari peningkatan volume usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga penyerapan tenaga kerja di sektor transportasi dan distribusi.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peluncuran pengiriman bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, di Lapangan Pasar Lama Jatiwangi, Majalengka, Minggu (8/11/2026).

"Program ini tidak saja memberikan keuntungan bagi pelaku UMKM genting, tetapi juga memicu aktivitas ekonomi di sektor turunan, seperti sopir truk dan tenaga bongkar muat," ujar Sugiono.

Penguatan Industri Lokal dan Pemanfaatan Material Daerah

Menurut Sugiono, peningkatan permintaan material bangunan lokal sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengoptimalkan potensi industri berbasis daerah. Selain aspek ekonomi, penggunaan genting tanah liat dinilai memiliki nilai budaya dan tradisi yang telah lama diterapkan masyarakat dalam pembangunan perumahan.

Pemerintah juga mendorong institusi pendidikan, seperti SMK dan perguruan tinggi teknik, untuk turut mengeksplorasi inovasi material bangunan berbasis kearifan lokal guna mendukung pembangunan perumahan nasional.

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menambahkan bahwa pendistribusian jutaan genting dari Majalengka ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas produksi perajin daerah sekaligus memastikan ketersediaan bahan bangunan lokal untuk program perumahan rakyat. 

[RWT] 



Berita Lainnya