banner

DISKOMINFO KUKAR

Pendapatan Wisata Tak Sebanding Potensi, Pemkab Kukar Bakal Evaluasi Pengelolaan

Supri Yadha — Kaltim Today 08 November 2026 16:38
Pendapatan Wisata Tak Sebanding Potensi, Pemkab Kukar Bakal Evaluasi Pengelolaan
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin memberikan keterangan terkait evaluasi pengelolaan tempat wisata di Tenggarong.

TENGGARONG, Kaltimtoday.co - Potensi besar sektor pariwisata di Kabupaten Kutai Kartanegara dinilai belum sebanding dengan penerimaan Pendapatan Asli Daerah yang masuk ke kas daerah.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berencana mengevaluasi total pengelolaan sejumlah objek wisata, mulai sistem tiket hingga pengawasan di lapangan.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, berencana turun langsung melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah destinasi untuk memastikan seluruh penerimaan tercatat transparan tanpa kebocoran.

Rendi menduga indikasi kebocoran pendapatan sektor wisata sudah berlangsung lama dan dikhawatirkan dianggap sebagai hal biasa oleh pengelola.

"Jangan sampai kebocoran pendapatan ini terus berlangsung dan dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Kalau sudah menjadi kebiasaan, tentu harus segera kita benahi," kata Rendi, Sabtu (7/11/2026).

Dua destinasi utama yang menjadi perhatian khusus yakni Pulau Kumala dan Planetarium Jagad Raya Tenggarong.

Rendi menilai kontribusi PAD dari kedua objek wisata tersebut perlu dikaji ulang dengan memperhitungkan besarnya potensi, fasilitas, serta angka kunjungan wisatawan.

Ia menyoroti penerimaan PAD Pulau Kumala yang dilaporkan belum mencapai Rp 150 juta, sementara Planetarium Jagad Raya hanya menyumbang sekitar Rp 200 juta dalam kurun 10 bulan.

Menurutnya, angka penerimaan tersebut perlu ditelusuri lebih jauh guna memastikan kesesuaian antara jumlah pengunjung harian dan pendapatan yang dilaporkan pengelola.

Rendi menegaskan pemeriksaan tidak hanya mencakup kondisi fisik destinasi, tetapi menyasar sistem pemungutan tiket,pengelolaan uang masuk, hingga mekanisme pelaporan harian.

"Mudah-mudahan apa yang menjadi keresahan masyarakat juga dirasakan bersama. Kalau memang demikian, mari kita turun langsung dan periksa pengelolaan setiap destinasi wisata," ujar Rendi.

Sebagai pembanding, Rendi mencontohkan pembenahan pengelolaan Pantai Tanah Merah yang terbukti mampu mendongkrak penerimaan daerah secara signifikan.

Pemasukan tiket Pantai Tanah Merah pada malam pergantian tahun mampu menyentuh angka Rp 150 juta hingga Rp 200 juta setelah pengelolaannya diperbaiki.

Ia menyebut pendapatan destinasi tersebut melonjak hampir 10 kali lipat seiring penguatan pengawasan dan penempatan petugas penjaga melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat.

Selain agenda sidak, Rendi meminta Inspektorat Kukar menggelar pemeriksaan dan audit menyeluruh terhadap seluruh alur penerimaan maupun pengeluaran di objek wisata daerah.

Audit tersebut diinstruksikan mencakup pemanfaatan fasilitas yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah maupun dana tanggung jawab sosial perusahaan.

"Pembangunan fasilitas wisata harus memberikan manfaat nyata bagi daerah. Investasi yang telah dikeluarkan pemerintah maupun pihak perusahaan perlu diimbangi dengan pengelolaan profesional agar mampu menghasilkan pemasukan secara optimal," tutur Rendi.

Rendi turut menyoroti keberadaan Planetarium Jagad Raya yang memiliki perangkat teknologi dengan batas masa pakai tertentu sehingga membutuhkan penanganan pemeliharaan yang tepat.

Ia menekankan pembenahan pariwisata Kukar harus menyentuh peningkatan kualitas pengelola, strategi promosi,pelayanan pengunjung, serta penguatan sistem pengawasan internal.

"Evaluasi ini tidak berhenti pada pemeriksaan administrasi semata," kata Rendi.

[TOS | ADV DISKOMINFO KUKAR]



Berita Lainnya