PT PLN (PERSERO)

Perkuat Kelistrikan Tanah Bumbu, PLN Berhasil Energize Trafo 2 Berkapasitas 30 MVA di GI 150 kV Satui

Kaltim Today
01 Oktober 2026 14:15
Perkuat Kelistrikan Tanah Bumbu, PLN Berhasil Energize Trafo 2 Berkapasitas 30 MVA di GI 150 kV Satui
Proses mobilisasi material kabel untuk mendukung penyelesaian instalasi pada pembangunan GI 150 kV Bontang Lestari.

Kaltimtoday.co - PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) sukses melakukan pemberian tegangan pertama (energize) pada Trafo 2 berkapasitas 30 MVA di Gardu Induk (GI) 150 kV Satui, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Selasa (29/9/2026) malam.

Keberhasilan energize ini menandai rampungnya proyek penyelesaian Extension 1 Trafo Bay dan penambahan Trafo 30 MVA di GI Satui. Langkah strategis ini ditujukan untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan regional sekaligus mengantisipasi lonjakan konsumsi listrik dari sektor domestik maupun industri yang kian berkembang pesat di Tanah Bumbu dan sekitarnya.

Senior Manager Operasi Konstruksi I PLN UIP KLT, Qadri, menjelaskan bahwa penambahan infrastruktur ini berpotensi besar memangkas risiko beban lebih (overload) pada trafo eksisting.

“Energize Trafo 2 GI 150 kV Satui menjadi milestone penting dalam upaya PLN memperkuat keandalan jaringan kelistrikan di Kalimantan Selatan. Peningkatan aktivitas masyarakat dan industri perlu diimbangi dengan infrastruktur yang memadai agar sistem siap mengampu kebutuhan pertumbuhan daerah,” ujar Qadri.

Tim PLN bersama mitra kerja seusai keberhasilan energize Extension Trafo Bay dan Trafo 2 berkapasitas 30 MVA di GI 150 kV Satui pada Selasa (29/9) pukul 22.59 WITA.

 Pengerjaan proyek ini dikomandani oleh PLN UPP KLT 4 dengan melibatkan sinergi ketat lintas unit PLN, di antaranya Pusmanpro UPMK II, Pusertif, UPT Banjarbaru, UP2B KSKT, ULTG Batulicin, UP3 Tanah Bumbu, UP2D KSKT, serta dukungan pelaksana KSO Citra Bakti Persada–Iradat Aman Globalindo.

Manager PLN UPP KLT 4, Ismail Hartanto Kartojo, menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses dari pengujian, sertifikasi, hingga energize mengedepankan standar operasional teknis serta aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Seluruh tahapan kami pastikan mengutamakan keselamatan dan mutu pekerjaan. Sinergi lintas unit dan mitra kerja menjadi kunci sukses hadirnya infrastruktur ketenagalistrikan yang andal bagi daya saing ekonomi masyarakat,” pungkas Ismail.

[RWT | ADV] 



Berita Lainnya