Kaltim

Sambut IKN, Bupati PPU Siapkan Proyek Investasi 'Ready to Offer' di Kawasan Buluminung

Kaltim Today
25 April 2026 10:14
Sambut IKN, Bupati PPU Siapkan Proyek Investasi 'Ready to Offer' di Kawasan Buluminung
Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor saat melakukan penandatanganan komitmen penguatan investasi bersama Kepala DPMPTSP Kaltim Fahmi Prima Laksana di Samarinda, Kamis (23/4/2026).

Kaltimtoday.co - Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, memperkuat sinergi investasi dengan menyambangi Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Kamis (23/4/2026). Pertemuan ini fokus pada percepatan arus modal di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam kunjungan tersebut, Mudyat melakukan penandatanganan komitmen bersama kepala daerah se-Kaltim untuk memperkuat Regional Investment Relations Unit (RIRU). Instrumen ini dirancang agar promosi investasi daerah lebih terarah dan berkelanjutan melalui koordinasi pemerintah provinsi.

Mudyat menegaskan, Pemkab PPU kini beralih dari sekadar menawarkan potensi menjadi penyedia proyek yang siap ditawarkan atau Investment Project Ready to Offer (IPRO). Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian bagi calon investor.

"Pemutakhiran data IPRO menjadi langkah penting untuk memberikan kepastian investasi, baik dari sisi kesiapan lahan, kelayakan proyek, maupun dukungan regulasi," ujar Mudyat Noor.

Sebagai teras IKN, PPU menonjolkan Kawasan Industri Buluminung sebagai proyek andalan. Kawasan ini dinilai strategis karena didukung konektivitas logistik pelabuhan serta peluang pengembangan industri terpadu di masa depan.

Selain industri manufaktur, PPU juga menawarkan peluang investasi pada sektor pariwisata dan agroindustri. Pemkab PPU menjanjikan kemudahan perizinan serta kepastian regulasi sebagai nilai tawar utama bagi para pemilik modal.

"Penajam Paser Utara siap menjadi mitra strategis bagi para investor, terutama dalam menyambut pertumbuhan ekonomi baru di sekitar IKN," tegas Mudyat.

Penguatan RIRU ini juga mencakup aspek pemanfaatan data yang akurat, dukungan anggaran, hingga monitoring dan evaluasi. Sinergi ini diharapkan mampu menjadikan Kalimantan Timur sebagai episentrum baru investasi nasional seiring percepatan pembangunan IKN.

[TOS]



Berita Lainnya