Taksi Berargo Bakal Hadir, DPRD Samarinda Minta Pengusaha Lokal Tak Tersisih

Claudius Vico Harijono — Kaltim Today 20 Oktober 2026 06:19
Taksi Berargo Bakal Hadir, DPRD Samarinda Minta Pengusaha Lokal Tak Tersisih
Salah satu taksi berargo yang berencana akan masuk Kota Samarinda. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Rencana masuknya layanan taksi berargo ke Samarinda menjadi perhatian DPRD Samarinda. Pemerintah kota diminta mengantisipasi potensi persaingan yang dapat memicu gesekan antarpelaku usaha transportasi, terutama jika kehadiran operator baru tidak diimbangi perlindungan terhadap usaha lokal.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, menilai pemerintah perlu cermat mengatur persaingan di sektor transportasi perkotaan. Menurutnya, peluang investasi memang terbuka bagi siapa saja, tetapi pengembangan usaha baru juga harus mempertimbangkan keberlangsungan angkutan yang telah lebih dulu beroperasi.

“Imbauan saya supaya pemerintah jeli melihat ini. Karena memang persaingan usaha pada saat ini, terutama pada saat ekonomi seperti ini, tentu harus ada kejelian dari pemerintah kota untuk melihat supaya tidak ada gesekan-gesekan di luar,” ujar Viktor.

Ia mengingatkan, persaingan tidak hanya berpotensi terjadi antara perusahaan transportasi, tetapi juga melibatkan sopir dan pengemudi angkutan kota (angkot). Karena itu, kebijakan pemerintah dinilai perlu memperhitungkan dampak kehadiran layanan baru terhadap pelaku usaha yang sudah menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut.

“Terutama antar-pengusaha, antar-sopir, antar-kendaraan angkot,” katanya.

Viktor menegaskan, pemerintah tidak semestinya hanya berfokus pada pembukaan peluang investasi. Keberadaan pengusaha lokal dan transportasi konvensional juga perlu mendapat perhatian agar perkembangan layanan transportasi tidak mengesampingkan pelaku usaha yang telah lebih dulu beroperasi di Samarinda.

“Saya pikir semua peluang usaha terbuka untuk siapa pun. Tapi yang ingin saya sampaikan kepada wali kota, utamakan pengusaha lokal. Utamakan pengusaha lokal,” tegas Ketua Fraksi Demokrat tersebut.

Salah satu yang disorot Viktor ialah keberlangsungan angkot. Ia meminta Pemkot Samarinda mengambil langkah untuk menghidupkan kembali moda transportasi tersebut agar tetap memiliki tempat di tengah perkembangan layanan transportasi modern.

“Utamakan kendaraan-kendaraan lokal. Hidupkan angkot yang ada di Kota Samarinda. Seperti di Bogor sana angkot hidup,” ujarnya.

Rencana penambahan layanan taksi berargo di Samarinda diketahui masuk dalam pengembangan sistem transportasi perkotaan. Pemkot Samarinda menyiapkan slot sekitar 100 armada taksi berargo dalam rencana induk transportasi kota.

Blue Bird menjadi salah satu perusahaan yang mendapat perhatian seiring rencana tersebut. Perusahaan penyedia layanan transportasi itu telah beroperasi di sejumlah kota besar di Indonesia, termasuk Balikpapan sejak Agustus 2024.

Di Balikpapan, layanan yang tersedia mencakup Blue Bird untuk taksi reguler, Golden Bird untuk penyewaan kendaraan, serta Cititrans untuk layanan executive shuttle antarkota.

Dengan rencana pengembangan taksi berargo di Samarinda, Viktor berharap pemerintah dapat menyiapkan kebijakan yang mampu mengakomodasi kepentingan berbagai pihak. Selain membuka ruang bagi investasi baru, pengaturan transportasi juga perlu menjaga keberlangsungan usaha lokal dan mendorong persaingan yang sehat.

Menurutnya, langkah antisipatif sejak awal penting agar perkembangan transportasi perkotaan tidak berujung pada konflik antara pengusaha maupun pengemudi.

[RWT | ADV DPRD SAMARINDA] 



Berita Lainnya