Daerah
Ada “Jemput Jodoh Halal” di Kukar, Peserta Bisa Dipertemukan hingga Menikah
Kaltimtoday.co, Tenggarong - Kantor Urusan Agama (KUA) Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, meluncurkan program inovatif bertajuk “Jemput Jodoh Halal”. Program ini dirancang untuk memfasilitasi masyarakat dalam mencari pasangan hingga mengawal prosesnya sampai ke jenjang pernikahan.
Pendaftaran “Jemput Jodoh Halal” dibuka 1-31 Oktober 2026. Program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kecamatan Tenggarong, tetapi masyarakat Kukar secara umum, bahkan pendaftar dari luar daerah tetap diperbolehkan selama memenuhi syarat dan ketentuan.
Kepala KUA Tenggarong, Hairillah mengungkapkan, program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat mendapatkan pasangan yang sesuai syariat sekaligus mengikuti ketentuan hukum perkawinan.
“Ide besarnya, Jemput Jodoh Halal ini kami maksudkan untuk menjembatani masyarakat Kukar, bukan hanya Kecamatan Tenggarong, agar bisa mendapatkan jodoh yang sesuai dengan syariat dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan hukum perkawinan,” kata Hairillah, Jumat (2/9/2026).
Menurutnya, layanan tersebut juga diarahkan untuk meminimalisir praktik pernikahan siri yang masih terjadi di masyarakat. Karena itu, KUA Tenggarong menggandeng penyuluh dan penghulu dalam pelaksanaannya.
Sebelum diluncurkan, program tersebut terlebih dahulu disiapkan melalui edukasi dan koordinasi dengan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kukar. Dukungan juga diberikan untuk pelaksanaan program tersebut, termasuk terkait pendanaan.
KUA Tenggarong kemudian menyiapkan aplikasi atau tautan pendaftaran untuk menghimpun calon peserta dalam satu wadah. Melalui platform tersebut, peserta dapat mendaftarkan diri sekaligus melakukan komunikasi awal.
Pesertanya terbuka bagi muda-mudi yang belum menikah maupun janda atau duda yang sudah tidak memiliki pasangan.
Namun, peserta yang sebelumnya pernah menjalani pernikahan siri tidak dapat mengikuti program tersebut.
“Target kami untuk yang part 1 ini hanya 25 pasang,” ucapnya.
Setelah mendaftar, calon peserta akan melalui proses verifikasi. Mereka kemudian akan dihimpun dalam grup khusus untuk mendapatkan pembekalan sebelum melanjutkan ke tahap perkenalan.
Materi yang diberikan mencakup psikologi rumah tangga, membangun ketahanan rumah tangga, membangun rumah tangga dalam perspektif agama, hingga kesehatan reproduksi calon pengantin.
Setelah pembekalan, peserta akan dipertemukan dalam pertemuan bersama. Tahap ini menjadi kesempatan untuk melihat keseriusan dan komitmen peserta, termasuk pilihan pasangan yang mereka tentukan.
“Dari pendaftar yang ada itu, apakah memang betul-betul ada yang lanjut, ada yang sudah memilih, siapa yang dipilih, kemudian apa orientasi mereka memilih itu, dan siapkah mereka,” sebutnya.
Hairillah menjelaskan, proses program tidak berhenti setelah peserta menemukan pasangan. KUA akan kembali melakukan verifikasi terhadap peserta yang ingin melanjutkan ke pernikahan, termasuk wali nikah, rencana pernikahan, hingga lokasi pelaksanaan.
Koordinasi juga akan dilakukan dengan sejumlah pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pernikahan, seperti event organizer, make-up artist (MUA), hingga penyedia katering.
Salah satu konsep yang tengah disiapkan adalah married on the road. Dalam konsep tersebut, prosesi pernikahan akan dilakukan di atas kendaraan besar yang telah disiapkan dan dijaga keamanannya.
Dalam satu kendaraan nantinya dimungkinkan terdapat dua hingga tiga pasangan. Jika jumlah pasangan yang menikah mencapai lima, tujuh, bahkan 10 pasangan, maka kendaraan dan tempat pelaksanaan akan disiapkan menyesuaikan kebutuhan.
Rencananya, rangkaian married on the road dipusatkan di Titik Nol. Prosesi dimulai dari lokasi tersebut, dilanjutkan seremoni hingga perjalanan menuju jembatan, kemudian berputar kembali ke Titik Nol. Setelah itu, pasangan akan menempati pelaminan masing-masing.
Untuk pendaftaran dan proses ta’aruf, peserta tidak dikenakan biaya. Edukasi yang diberikan kepada peserta juga gratis.
“Pendaftaran taaruf ini atau perkenalan ini tidak ada biaya, cukup mereka mendaftarkan disitu nanti kami berikan edukasi juga gratis, bahkan nanti sampai taaruf pun itu insya Allah tidak dipunguut biaya,” katanya.
Untuk agenda ta’aruf atau pertemuan yang bertujuan memperkuat komitmen peserta, pelaksanaannya direncanakan sekitar minggu pertama atau kedua Desember.
Terkait kecocokan pasangan. Peserta diberikan kebebasan untuk menentukan pilihannya sendiri. KUA kemudian akan memperkuat proses tersebut melalui agenda ta’aruf dan melihat komitmen masing-masing peserta.
Program ini juga tidak menetapkan batasan usia. Peserta cukup melakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan mengisi data diri, latar belakang, usia, dan pendidikan. Seluruh data tersebut nantinya akan melalui proses verifikasi administrasi.
Cakupan peserta pun tidak dibatasi hanya untuk warga Tenggarong. Hairillah menyebut, sudah ada calon peserta dari Balikpapan yang berminat mengikuti program tersebut.
“Kemarin dari Balikpapan ada yang mau daftar di sini, silakan, nggak masalah kalau mengikuti syarat dan ketentuan yang ada, nggak masalah,” pungkasnya.
[RWT]
Related Posts
- Program Sandes dan BSPS Sasar Ribuan Warga Kaltim
- Irwan Tinjau Progres Pembangunan Rehabilitasi Sekolah di Kutai Kartanegara
- Tinjau Pertanian di Desa Sidomulyo, Irwan Bakal Realisasikan Perbaikan Jalan Usaha Tani
- Desa Mulawarman Kukar Kini Punya Sirkuit Grasstrack Motocross Berstandar Nasional
- Punya Lumbung Pangan, Bupati Kukar Harap Kades Giri Agung Belajar ke Desa Loa Sumber









