Internasional

Anak Muammad Khadafi Dilaporkan Tewas Dibunuh di Zintan, Libya Selidiki Kasusnya

Network — Kaltim Today 04 Februari 2026 17:16
Anak Muammad Khadafi Dilaporkan Tewas Dibunuh di Zintan, Libya Selidiki Kasusnya
Saif al-Islam Gaddafi, putra mendiang pemimpin Libya Muammar Gaddafi, dilaporkan tewas dalam dugaan pembunuhan di Zintan. (Shafaq.com/Shafaq.com)

Kaltimtoday.co - Kabar mengejutkan datang dari Libya setelah Saif al-Islam Khadafi, putra mantan pemimpin Libya Muammar Khadafi, dilaporkan meninggal dunia akibat dugaan aksi pembunuhan di kediamannya di Kota Zintan, wilayah barat Libya, pada Selasa (3/2/2026) malam. 

Informasi pertama disampaikan oleh pengacara Saif al-Islam, Khaled al-Zaidi, serta penasihatnya Abdullah Osman. Media lokal melaporkan serangan dilakukan oleh empat orang tak dikenal yang diduga lebih dulu menonaktifkan kamera pengawas (CCTV) sebelum memasuki lokasi kejadian. 

Hingga kini, Kejaksaan Agung Libya telah membuka penyelidikan resmi atas insiden tersebut. Namun, pemerintah Libya belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan kematian tokoh yang pernah menjadi figur penting dalam politik negara itu.

Reaksi keras datang dari mantan juru bicara rezim Khadafi, Moussa Ibrahim, yang menyampaikan kecamannya melalui media sosial. Ia menilai pembunuhan tersebut sebagai upaya menghancurkan peluang persatuan nasional Libya.

Menurutnya, aksi tersebut bertujuan memperkeruh konflik serta memperdalam perpecahan di negara yang hingga kini masih dilanda ketidakstabilan politik. 

Di sisi lain, Brigade 444 yang berada di bawah Kementerian Pertahanan Pemerintah Persatuan Nasional membantah keterlibatan pihaknya dalam peristiwa tersebut. Mereka juga menegaskan tidak terkait dengan bentrokan ataupun kabar kematian Saif al-Islam yang beredar luas di media sosial. 

Saif al-Islam diketahui tinggal di Zintan sejak ditangkap pada masa revolusi Libya 2011. Meski sempat dibebaskan pada 2017, keberadaannya selama ini jarang diketahui publik demi alasan keamanan.

Jika kabar kematiannya benar, peristiwa ini diperkirakan akan berdampak besar pada dinamika politik Libya. Dalam beberapa tahun terakhir, Saif al-Islam kembali muncul sebagai salah satu figur potensial dalam rencana pemilihan presiden yang diharapkan mampu mengakhiri konflik berkepanjangan di negara tersebut.

Saat ini Libya masih terbagi dalam dua kekuatan utama, yakni pemerintahan di wilayah barat yang berbasis di Tripoli di bawah Abdul Hamid Dbeibeh, serta pemerintahan di wilayah timur yang berpusat di Benghazi di bawah kepemimpinan Osama Hammad yang didukung parlemen.

[RWT] 


Related Posts


Berita Lainnya