Internasional

Tambang Batu Bara di Pakistan Meledak, 34 Penambang Tewas dan Sejumlah Pekerja Hilang

Network — Kaltim Today 31 Juli 2026 13:14
Tambang Batu Bara di Pakistan Meledak, 34 Penambang Tewas dan Sejumlah Pekerja Hilang
Ilustrasi. (Pixabay)

Kaltimtoday.co - Sedikitnya 34 pekerja dilaporkan tewas akibat ledakan dahsyat yang menerjang sebuah area pertambangan batu bara di Provinsi Balochistan, Pakistan selatan, pada Kamis (30/7/2026) waktu setempat. Tim penyelamat hingga kini terus melakukan pencarian terhadap sejumlah penambang yang dilaporkan hilang.

Otoritas Manajemen Bencana Provinsi Balochistan mengonfirmasi bahwa proses evakuasi dan penyisiran lokasi pertambangan masih berlangsung intensif pascainsiden.

"Menurut informasi yang diterima dari tim yang dikerahkan, 34 jenazah telah ditemukan," bunyi pernyataan resmi Otoritas Manajemen Bencana Provinsi Balochistan, dikutip dari TRT World, Jumat (31/7/2026).

Kecelakaan fatal di sektor industri ekstraktif batu bara bukan pertama kalinya melanda Pakistan. Peristiwa serupa terhitung kerap berulang, khususnya di Balochistan yang dikenal kaya akan cadangan mineral namun memiliki standar keselamatan kerja yang sangat rendah.

Sejumlah lokasi pertambangan di kawasan tersebut dilaporkan belum dilengkapi fasilitas krusial seperti sistem ventilasi udara yang memadai, alat pemantau konsentrasi gas berbahaya, hingga perlengkapan pelindung dasar bagi pekerja. Kondisi memprihatinkan ini memicu tingginya risiko ledakan gas metana maupun keruntuhan lubang tambang.

Kelompok serikat buruh dan organisasi penambang lokal selama bertahun-tahun telah melayangkan protes keras atas kelalaian para pemilik tambang yang dinilai mengabaikan regulasi keselamatan kerja serta gagal menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) standar bagi para buruh.

Kendati harus mempertaruhkan nyawa dengan besaran upah yang minim, ribuan warga lokal tetap menggantungkan hidup pada sektor pertambangan batu bara. Balochistan yang merupakan provinsi terluas di Pakistan masih berkutat dengan tingkat kemiskinan dan angka pengangguran yang tergolong tinggi. 

[RWT] 



Berita Lainnya