Nasional

Benarkah Tengah Malam Paling Murah? Ini Strategi Berburu Tiket Pesawat Murah Berdasarkan Data

Network — Kaltim Today 29 September 2026 15:00
Benarkah Tengah Malam Paling Murah? Ini Strategi Berburu Tiket Pesawat Murah Berdasarkan Data
Ilustrasi tiket pesawat. (Pexels)

Kaltimtoday.co - Anggapan bahwa berburu tiket pesawat murah harus dilakukan pada tengah malam, dini hari, atau pada hari Selasa kini terpatahkan. Sistem dynamic pricing yang diterapkan maskapai penerbangan membuat pergerakan harga tiket bersifat fluktuatif sepanjang hari berdasarkan tingkat permintaan, persaingan antarmaskapai, dan ketersediaan kelas tarif.

Riset platform kurasi penerbangan Going serta laporan Google Flights menunjukkan bahwa waktu pembelian seperti pagi atau malam tidak konsisten menentukan murah atau mahalnya tarif.

Analisis Google Flights mencatat pembelian tiket pada hari Selasa memang memiliki rerata harga terendah, namun selisihnya sangat tipis, hanya 1,3 persen dibandingkan hari Minggu yang mencatatkan rerata harga tertinggi. Oleh karena itu, memilih jam atau hari tertentu untuk bertransaksi tidak menjamin penghematan finansial yang signifikan.

Hari Keberangkatan Lebih Menentukan Tarif

Dibandingkan mencari waktu terbaik untuk memesan, calon penumpang justru disarankan fokus pada pemilihan hari keberangkatan.

Data Google Flights dan Skyscanner mengungkapkan bahwa penerbangan pada hari kerja (weekdays)—khususnya Senin hingga Rabu—rata-rata 13 persen lebih murah dibandingkan penerbangan pada akhir pekan (weekend). Hal ini dipicu oleh lebih rendahnya volume permintaan penerbangan non-bisnis pada pertengahan minggu.

Rentang Waktu Pemesanan Ideal

Berdasarkan tren historis, rentang waktu pemesanan (cheapest time to book) sangat memengaruhi nominal tarif yang didapat:

1. Penerbangan Domestik (Kondisi Normal)

Dipantau mulai 1–3 bulan sebelum keberangkatan. Data historis di pasar utama menunjukkan titik harga terendah berada di rentang 23 hingga 51 hari (rata-rata 39 hari) sebelum jadwal terbang.

2. Penerbangan Internasional (Kondisi Normal)

Dipantau mulai 2–8 bulan sebelum keberangkatan, dengan tren harga terendah rata-rata terlihat mulai 49 hari sebelum jadwal terbang.

3. Penerbangan Keberangkatan Indonesia

Khusus penerbangan yang berangkat dari bandara di Indonesia, data internal Google Flights mencatat tren harga historis paling ekonomis berada di rentang 4 hingga 6 bulan (rata-rata 149 hari) sebelum hari keberangkatan.

4. Periode Libur Panjang (High Season)

Untuk periode padat seperti Natal, Idulfitri, atau libur sekolah, pemesanan domestik disarankan 3–5 bulan sebelumnya, sedangkan penerbangan internasional dipesan 4–10 bulan lebih awal guna mengamankan kelas tarif terendah.

Hindari Taktik Menit Terakhir

Menunggu diskon menit terakhir (last minute deal) dinilai berrisiko tinggi. Going mencatat harga tiket pesawat umumnya mengalami kenaikan tajam dalam tiga minggu terakhir menuju hari keberangkatan seiring menipisnya ketersediaan kursi murah.

Untuk mengoptimalkan pencarian, calon penumpang disarankan memanfaatkan fitur teknologi pemantauan harga seperti Price Alert, Date Grid, dan Price Graph di platform digital agar mendapatkan notifikasi otomatis saat tarif rute impian mengalami penurunan.

[RWT] 



Berita Lainnya