BPBD BONTANG
BPBD Bontang Imbau Warga Tak Bakar Lahan di Tengah Cuaca Panas Ekstrem
Kaltimtoday.co, Bontang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah di tengah kondisi cuaca panas menyengat akibat anomali cuaca. Situasi ini dinilai berisiko tinggi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang kerap terdampak pada musim kemarau panjang.
Kepala BPBD Bontang, Usman, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Eko Mashudi, mengatakan pihaknya telah memperketat patroli di kawasan rawan kebakaran. Jika sebelumnya patroli dilakukan dua kali dalam sepekan, kini ditingkatkan menjadi empat kali.
''Dengan kondisi panas ekstrem seperti sekarang, kami intenskan patroli. Kami juga terus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan,'' kata Eko ketika berbincang dengan Kaltim Today belum lama ini.
Eko menuturkan, sejumlah wilayah di Bontang yang tergolong rawan karhutla antara lain Kelurahan Bontang Lestari, Satimpo, Kanaan, dan Gunung Telihan. Kawasan tersebut berada di bagian selatan dan barat kota yang memiliki lahan kering dan semak belukar, sehingga mudah terbakar saat suhu meningkat.
Ia menambahkan, langkah pencegahan dini sangat penting dilakukan. Jika warga menemukan titik api, diharapkan segera melapor agar dapat ditangani sebelum api meluas. BPBD Bontang juga berkoordinasi dengan kelurahan dan relawan kebencanaan untuk memantau kondisi lapangan secara berkala.
''Kami minta masyarakat lebih waspada dan peduli lingkungan. Jangan membakar sampah sembarangan, apalagi saat kondisi cuaca seperti ini. Cukup satu kelalaian kecil saja, dampaknya bisa besar,'' tegasnya.
[ADV BPBD BONTANG]
Related Posts
- DPRD Bontang Bahas Maraknya Kehamilan di Bawah Umur, Dorong Penguatan Edukasi Seks
- Bekali Orangtua dan Siswa Cegah Kekerasan Seksual, MPLS di SDN 001 Bontang Selatan Akan Libatkan DP3AKB
- Sambut Tahun Ajaran Baru, SDN 001 Bontang Selatan Libatkan Orangtua Lewat Pra MPLS
- JAP Minta Fasilitas Ramah Difabel Jadi Prioritas dalam Raperda LLAJ Bontang
- Andi Faizal Dorong Kesadaran Warga Rawat Aset Publik








