Internasional

Daftar Petinggi Iran yang Tewas dalam Serangan AS-Israel: Dari Ali Khamenei hingga Menhan

Network — Kaltim Today 02 Maret 2026 07:21
Daftar Petinggi Iran yang Tewas dalam Serangan AS-Israel: Dari Ali Khamenei hingga Menhan
Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Jenderal Abdol Rahim Mousavi tewas dalam serangan AS-Israel. (Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co - Republik Islam Iran menghadapi guncangan hebat setelah operasi militer skala besar yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026). Kampanye pengeboman tersebut menyasar titik-titik vital, mulai dari fasilitas intelijen hingga kediaman para jenderal, yang mengakibatkan gugurnya sejumlah tokoh sentral pertahanan negara. 

Kehilangan paling signifikan bagi Iran adalah konfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei. Media pemerintah pada Minggu (1/3/2026) menyatakan bahwa tokoh berusia 86 tahun tersebut telah meninggal dunia akibat serangan langsung terhadap kediamannya. Atas peristiwa ini, pemerintah Iran secara resmi menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari. 

Selain Ali Khamenei, serangan presisi tersebut juga melumpuhkan struktur komando militer tertinggi Iran. Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah daftar pejabat militer dan pertahanan senior yang dilaporkan tewas:

  1. Jenderal Abdol Rahim Mousavi: Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran yang baru menjabat sejak Juni 2025.
  2. Jenderal Mohammad Pakpour: Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan veteran perang Iran-Irak.
  3. Laksamana Ali Shamkhani: Sekretaris Dewan Pertahanan Iran dan mantan Menteri Pertahanan yang dikenal sebagai tokoh kunci diplomasi.
  4. Aziz Nasirzadeh: Menteri Pertahanan Iran yang menjabat sejak Agustus 2024 sekaligus sosok strategis angkatan udara.

Pasca-wafatnya Ali Khamenei, Iran segera mengaktifkan dewan kepemimpinan darurat sesuai mandat hukum guna mencegah kekosongan kekuasaan. Dewan sementara ini memiliki tanggung jawab untuk menjalankan roda pemerintahan hingga Majelis Pakar memilih pemimpin baru bagi negara tersebut.

Struktur dewan kepemimpinan saat ini terdiri dari tiga pilar utama, yakni Presiden Masoud Pezeshkian yang berlatar belakang reformis, Ketua Mahkamah Agung Gholamhossein Mohseni-Ejei dari kelompok garis keras, serta anggota Dewan Penjaga. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas dalam situasi yang dinilai sangat genting.

[RWT] 



Berita Lainnya