DISDIKBUD BONTANG
Gratis seperti Sekolah Negeri, SD Nurul Iman Perkuat Program Ngaji dan Pendidikan Lingkungan
BONTANG, Kaltimtoday.co - SD Nurul Iman di Kelurahan Lok Tuan, lebih optimis dalam menghadapi penerimaan siswa baru tahun 2026. Optimisme itu hadir seiring dengan program unggulan yang mulai dicanangkan sekolah: menguatkan pendidikan agama melalui program mengaji bagi anak. Selain itu, sekolah juga mengkombinasikan akademik dengan pemahaman tanaman obat keluarga (TOGA).
Kepala SD Nurul Iman, Asma mengatakan, mulai tahun ajaran ini sekolah akan mengaktifkan jam mengaji untuk anak-anak. Jadi, usai jam belajar rampung, selama dua jam guru-guru akan mendampingi para murid membaca Al Qur'an. Di sini anak-anak juga akan digenjot untuk memperbaiki hafalan juz amma. Ini berlaku untuk seluruh jenjang, mulai kelas 1-6.
"Setelah jam sekolah, dua jam gurunya dampingi mengaji. Harapannya, sebelum lulus dari Nurul Iman, anak-anak ini sudah bisa baca Al Qur'an semua. Kalau bisa hafalan juz amma-nya juga dipermantap," beber Asma kala ditemui di kantornya belum lama ini.
Selain program keagamaan, sekolah tersebut juga mulai mengenalkan tanaman obat keluarga (toga) kepada siswa.
Program itu dirancang agar anak-anak tidak hanya belajar akademik di kelas, tetapi juga memahami manfaat tanaman herbal yang ada di lingkungan sekitar.
Menurut Asma, kombinasi pendidikan akademik, keagamaan, dan pembelajaran berbasis lingkungan menjadi nilai lebih yang ingin ditawarkan sekolah kepada orangtua murid. Ia berharap program tersebut mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat dan mendongkrak jumlah pendaftar pada tahun ajaran baru kali ini. Terlebih, sekolah ini juga tidak memungut biaya apapun bagi peserta didiknya. Semua gratis seperti sekolah negeri.
"Insha Allah, kami optimis bisa menerima lebih banyak murid tahun ini," katanya.
Sejak mengemban amanah sebagai kepsek September 2025 lalu, Asma juga mulai menerapkan salat duha bersama sebelum jam belajar. Program gerakan sampahku tanggungjawabku atau Gesit yang merupakan program Wali Kota Neni juga diimplementasikan di sekolah. Anak-anak diminta bertanggungjawab dengan sampahnya sendiri, dimulai dari kelas bersih sebelum dan usai pembelajaran, bawa kantong sampah sendiri dan membawa botol air ke sekolah.
"Kami coba benahi semua yang bisa dibenahi. Pelan-pelan. Program unggulan kami jalankan juga. Semoga dengan ini, semakin banyak orang tertarik menyekolahkan anaknya di tempat kami," tandasnya.
[RWT | ADV DISDIKBUD BONTANG]
Related Posts
- Melihat, Menunggu, Lalu Menjadi Korban: Trauma Santriwati di Ponpes Tenggarong Seberang
- DPRD Kukar Setuju Rekomendasikan Penutupan Ponpes di Tenggarong Seberang Buntut Kasus Kekerasan Seksual
- Bikin Bangga! SMAN 1 Bontang Juara 1 LCC 4 Pilar MPR RI Kaltim, Siap Wakili Daerah di Jakarta
- Karena Bontang Bukan Cuma Pabrik
- Rindu Kota Raja Terobati, Rita Widyasari Akhirnya Pulang ke Tenggarong









