Daerah
Harga TBS Sawit Kaltim Periode 16-31 Maret 2024 Melonjak, Cek Daftar Lengkapnya di Sini
Kaltimtoday.co, Samarinda - Kabar gembira bagi para petani sawit di Kalimantan Timur! Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit mengalami lonjakan signifikan pada periode 16-31 Maret 2024.
Kenaikan harga TBS terbesar terjadi pada kelompok umur 10 tahun, mencapai Rp 2.598,86 per kilogram. Ini merupakan kenaikan sebesar 5,35% dibandingkan periode sebelumnya.
Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ence Achmad Rafiddin Rizal, menjelaskan bahwa kenaikan ini disebabkan oleh naiknya harga jual CPO dan Kernel dari perusahaan yang menjadi sumber data.
“Harga TBS di periode sebelumnya (1-15 Maret) ditetapkan seharga Rp2.466,96 per kilogram, di periode ini terjadi kenaikan 5,35 persen di setiap kelompok umurnya,”terang Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ence Achmad Rafiddin Rizal.
Berikut rincian harga TBS periode 16-31 Maret 2024:
- Umur 3 tahun: Rp 2.291,78 per kg
- Umur 4 tahun: Rp 2.448,46 per kg
- Umur 5 tahun: Rp 2.459,37 per kg
- Umur 6 tahun: Rp 2.484,91 per kg
- Umur 7 tahun: Rp 2.499,26 per kg
- Umur 8 tahun: Rp 2.518,51 per kg
- Umur 9 tahun: Rp 2.568,43 per kg
Ence menegaskan bahwa, harga TBS sawit di atas merupakan standar harga bagi petani yang bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit di Kaltim, khususnya kebun plasma.
Kerjasama dengan pihak pabrik minyak sawit (PMS) diharapkan dapat membantu petani mendapatkan harga TBS yang sesuai dan tidak dipermainkan oleh tengkulak.
[RWT]
Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp
Related Posts
- Dilantik Prabowo, Ini Tugas Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional di Bawah Satyawan Pudyatmoko
- Viral Tandon Air Meleleh di Palu Akibat Cuaca Panas Ekstrem, Suhu Diklaim Tembus 45 Derajat Celsius
- Inovasi Baru di Balikpapan, Pegadaian Luncurkan ATM Emas Cetak Fisik Hitungan Detik
- Tanggapi OTT Kasus Korupsi BNPB, Mahfud MD: Sedih Banget, Bangsa Kita Betul-Betul Sakit
- Jerat 5 Tersangka Korupsi DSP BNPB, KPK Buka Suara Soal Potensi Penerapan Hukuman Mati









