Internasional
Iran Tutup Selat Hormuz demi Jaga Kedaulatan dari Militer AS
Kaltimtoday.co - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan alasan di balik penutupan Selat Hormuz yang disebut berkaitan dengan kehadiran serta serangan kapal induk Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut.
Isu penutupan Selat Hormuz kembali menjadi sorotan global karena jalur ini merupakan salah satu rute perdagangan minyak dunia paling strategis. Ketegangan di kawasan Timur Tengah pun berpotensi memengaruhi stabilitas geopolitik dan harga minyak dunia.
Menurut Boroujerdi, Iran selama ratusan tahun berperan sebagai penjaga dan pengawas utama keamanan di Selat Hormuz. Karena itu, Teheran tidak menginginkan adanya ketidakamanan di jalur pelayaran yang menjadi urat nadi distribusi energi global tersebut. Ia menuding ketegangan di kawasan dipicu oleh apa yang disebutnya sebagai upaya “rezim zionis” dan Amerika Serikat.
“Kali ini kapal-kapal induk Amerika-lah yang datang ke wilayah Selat Hormuz dan menyerang integritas Iran, kesatuan Iran, dan wilayah Republik Islam Iran,” kata Boroujerdi kepada awak media di kediamannya, pada Senin (2/3/2026).
Pernyataan tersebut mempertegas posisi Iran yang menilai kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan sebagai faktor pemicu eskalasi. Penutupan Selat Hormuz pun disebut sebagai respons atas situasi keamanan yang dinilai mengancam kedaulatan Iran.
Boroujerdi juga menyinggung konflik sebelumnya yang berlangsung selama 12 hari. Dalam periode itu, Israel disebut berupaya membuat Selat Hormuz tidak aman dan menyeret eskalasi perang ke wilayah strategis tersebut.
Menurutnya, stabilitas kawasan hanya dapat terwujud apabila prinsip keamanan diberlakukan secara adil bagi seluruh negara di kawasan, termasuk Iran. Ia menekankan bahwa Iran tidak menghendaki konflik berkepanjangan, tetapi juga tidak akan tinggal diam terhadap ancaman yang dianggap mengganggu integritas wilayahnya.
Boroujerdi pun menegaskan, apabila Amerika Serikat mengharapkan keamanan di Selat Hormuz, maka prinsip keamanan tersebut harus berlaku bagi semua negara di kawasan, termasuk Iran.
“Jika mereka ingin aman, kami pun sama,” pungkasnya.
Penutupan Selat Hormuz menjadi perhatian internasional karena sekitar seperlima pasokan minyak global melewati jalur tersebut. Setiap peningkatan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat berpotensi memicu lonjakan harga energi serta memperburuk stabilitas ekonomi global.
[RWT]
Related Posts
- Iran fires missiles and US strikes Iran facility after reports of faltering peace talks
- Israel kills 11 in Lebanon, a day after Trump said Israel and Hezbollah will de-escalate
- Tekan Iran, Donald Trump Desak Arab Saudi hingga Pakistan Normalisasi Hubungan dengan Israel
- Russia uses hypersonic Oreshnik missile in mass attack on Kyiv
- Trump says he's called off Iran strike planned for Tuesday at request of Gulf allies







