DISDIKBUD BONTANG

Jawab Kebutuhan Pendidikan Masyarakat, SPNS SKB Bontang Terapkan Skema Fleksabilitas Kelas Mandiri

Fitriwahyuningsih — Kaltim Today 29 April 2026 13:28
Jawab Kebutuhan Pendidikan Masyarakat, SPNS SKB Bontang Terapkan Skema Fleksabilitas Kelas Mandiri
Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar Bontang menghadirkan inovasi melalui kelas mandiri dalam program pendidikan kesetaraan. (Dhan/Kaltim Today).

BONTANG, Kaltimtoday.co - Tantangan dunia pendidikan begitu kompleks, salah satunya adalah perihal waktu dan akses pendidikan. Menjawab hal tersebut, Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bontang menghadirkan inovasi melalui kelas mandiri dalam program pendidikan kesetaraan. 

Plt Kepala SPNF SKB Bontang, Hairul Saleh, mengatakan bahwa skema ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini terkendala berbagai hal.

"Kelas mandiri menawarkan sistem belajar yang fleksibel, di mana warga belajar tidak harus hadir setiap hari di ruang kelas," katanya, Rabu (29/4/2026)

Ia juga menyampaikan bahwa hal tersebut menjadi solusi bagi mereka yang bekerja atau memiliki keterbatasan waktu.

"Pertemuan tatap muka hanya dilakukan empat minggu dalam satu semester. Jadwal tersebut tersebar di awal, pertengahan, akhir, serta satu minggu khusus untuk ujian" paparnya.

Selain tatap muka terbatas, pembelajaran juga didukung sistem hybrid yang menggabungkan metode luring dan daring. Peserta dapat mengakses materi melalui platform sederhana yang mudah digunakan

"Konsep ini memungkinkan peserta tetap memperoleh pendidikan tanpa harus meninggalkan aktivitas utama mereka sehari-hari," terangnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, jika ditotal secara keseluruhan, peserta didik kelas mandiri hanya melakukan pembelajaran tatap muka selama empat minggu dan selebihnya secara mandiri dengan metode daring.

Fleksibilitas tersebur membuka peluang lebih luas bagi masyarakat yang sebelumnya terhambat oleh jarak, waktu, maupun tanggung jawab keluarga, sehingga pendidikan tidak lagi menjadi sesuatu yang eksklusif, melainkan kebutuhan yang bisa dijangkau oleh siapa saja tanpa terkecuali.

[ADV DISDIKBUD BONTANG]


Related Posts


Berita Lainnya