DISDIKBUD BONTANG

Perpustakaan Aktif, SDN 001 Bontang Selatan Catat Peningkatan Literasi Siswa

Fitriwahyuningsih — Kaltim Today 20 April 2026 13:05
Perpustakaan Aktif, SDN 001 Bontang Selatan Catat Peningkatan Literasi Siswa
Gerbang masuk SDN 001 Bontang Selatan. (Fitri Wahyuningsih/Kaltim Today)

BONTANG, Kaltimtoday.co - Upaya SDN 001 Bontang Selatan menghidupkan perpustakaan sekolah berbuah pada peningkatan kemampuan literasi siswa dalam beberapa tahun terakhir.

Perpustakaan sekolah ini bahkan mencatat prestasi sebagai juara 1 tingkat Kota Bontang pada 2025 dan juara 2 tingkat Provinsi Kalimantan Timur, berkat inovasi layanan yang terus dikembangkan.

Kepala SDN 001 Bontang Selatan, Novita Susyati, mengatakan transformasi perpustakaan menjadi ruang belajar aktif berdampak langsung pada peningkatan minat baca siswa.

“Dari yang awalnya kategori C pada 2019, kami tingkatkan menjadi akreditasi A. Setelah itu, setiap tahun kami juara dan kemampuan literasi anak-anak ikut meningkat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peningkatan tersebut juga terlihat dalam hasil rapor pendidikan, di mana indikator literasi yang sebelumnya berada pada kategori rendah kini menunjukkan perbaikan signifikan.

“Dulu indikatornya masih banyak yang rendah, sekarang sudah membaik. Artinya anak-anak mulai terbiasa dengan literasi,” jelasnya.

Menurut Novita, kunci utama peningkatan tersebut adalah memperbanyak paparan literasi kepada siswa melalui berbagai program dan aktivitas.

“Kami punya pojok baca, pekan literasi, hingga festival literasi. Jadi anak-anak terbiasa membaca, berdiskusi, dan berpikir logis,” katanya.

Selain itu, perpustakaan tidak lagi hanya difungsikan sebagai tempat membaca, tetapi dikembangkan menjadi ruang kreatif dan interaktif. Layanan peminjaman buku sudah berbasis digital, dilengkapi ruang podcast, hingga area bermain edukatif.

“Perpustakaan harus hidup. Anak-anak datang bukan hanya untuk baca, tapi juga berkegiatan,” ujarnya.

Untuk menarik minat siswa, perpustakaan juga tetap dibuka saat masa libur dengan berbagai aktivitas, serta menyediakan koleksi buku yang disesuaikan dengan minat siswa melalui survei.

“Kami sesuaikan koleksi dengan kebutuhan anak-anak, ada komik, novel, dan buku cerita. Yang penting mereka tertarik dulu untuk membaca,” jelasnya.

Tak hanya literasi, sekolah juga mulai memperkuat numerasi melalui program Pekan Numerasi yang dikemas dalam bentuk permainan.

“Anak-anak diajak bermain, tapi sebenarnya belajar berhitung. Jadi mereka tidak merasa matematika itu sulit,” katanya.

Dengan berbagai upaya tersebut, Novita menilai peningkatan literasi dan numerasi siswa terjadi secara bertahap dalam tiga tahun terakhir.

“Tiga tahun terakhir ini terlihat sekali peningkatannya. Karena anak-anak terus terpapar literasi dalam keseharian mereka,” tutupnya.

[ADV DISDIKBUD BONTANG]



Berita Lainnya