Internasional

Picu Kritik Luas, Gedung Putih Hapus Unggahan Trump yang Dinilai Rasis terhadap Obama

Network — Kaltim Today 07 Februari 2026 10:36
Picu Kritik Luas, Gedung Putih Hapus Unggahan Trump yang Dinilai Rasis terhadap Obama
Barack Obama berbicara dengan Donald Trump saat Melania Trump membacakan program pemakaman. (Dok. Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co - Gedung Putih menghapus unggahan di akun media sosial Truth Social milik Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah konten tersebut memicu kontroversi dan dianggap bernuansa rasis terhadap mantan Presiden Barack Obama dan istrinya, Michelle Obama. Konten itu ditarik pada Jumat (6/2/2026) waktu setempat setelah menuai kecaman dari berbagai kalangan politik, baik Partai Demokrat maupun Republik. 

Konten yang beredar berupa video meme yang menampilkan wajah Barack dan Michelle Obama ditempelkan pada karakter primata. Unggahan tersebut menjadi sorotan karena muncul bertepatan dengan peringatan Bulan Sejarah Kulit Hitam atau Black History Month di Amerika Serikat.

Pihak Gedung Putih kemudian menjelaskan bahwa unggahan itu terjadi akibat kesalahan staf dalam proses publikasi konten di akun resmi presiden. Meski demikian, penjelasan tersebut tidak meredakan kritik publik yang mempertanyakan pengawasan terhadap konten media sosial kepresidenan.

Sebelumnya, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt sempat menanggapi kritik dengan menyebut video itu sekadar meme internet yang menggambarkan Trump sebagai “raja hutan” dan tokoh Demokrat sebagai karakter film animasi. Namun, video berdurasi sekitar satu menit tersebut secara jelas menampilkan wajah keluarga Obama pada tubuh primata, yang dinilai sebagai bentuk penghinaan rasial.

Tekanan publik semakin kuat setelah sejumlah tokoh Partai Republik ikut mengecam unggahan tersebut. Senator Tim Scott, satu-satunya senator Republik keturunan Afrika-Amerika, menyebut konten tersebut sebagai salah satu hal paling bernuansa rasis yang pernah muncul dari Gedung Putih. Senator Roger Wicker juga menyerukan agar presiden menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Reaksi keras juga datang dari aktivis hak sipil. Pendeta Bernice King, putri tokoh perjuangan hak sipil Martin Luther King Jr, menegaskan bahwa perbandingan warga kulit hitam dengan primata merupakan bentuk penghinaan yang tidak dapat diterima.

Insiden ini kembali mengangkat rekam jejak kontroversi terkait retorika rasial yang sebelumnya pernah dikaitkan dengan Trump, termasuk penyebaran teori konspirasi soal kewarganegaraan Obama dan pernyataan kontroversial mengenai negara-negara dengan mayoritas penduduk kulit hitam.

Sejarawan menilai penggunaan metafora hewan untuk merendahkan warga kulit hitam memiliki akar panjang dalam sejarah rasisme, yang dahulu dipakai untuk membenarkan praktik diskriminasi dan perbudakan.

Ketua Kaukus Kulit Hitam Kongres, Yvette Clarke, turut mempertanyakan alasan kesalahan teknis yang disampaikan Gedung Putih. Ia menilai insiden tersebut mencerminkan masalah budaya komunikasi di lingkungan pemerintahan saat ini.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak Barack Obama melalui juru bicaranya menyatakan tidak akan memberikan komentar resmi terkait kontroversi tersebut. 

[RWT] 



Berita Lainnya