Teknologi

Rantai Pasok Global Terganggu Krisis Cip Memori, Apple dan Samsung Diprediksi Paling Tangguh

Network — Kaltim Today 02 Juni 2026 07:19
Rantai Pasok Global Terganggu Krisis Cip Memori, Apple dan Samsung Diprediksi Paling Tangguh
Ilustrasi.

Kaltimtoday.co - Di tengah hantaman badai krisis kelangkaan komponen cip memori yang tengah melumpuhkan lini rantai pasok industri teknologi global, posisi duo raksasa smartphone dunia, Apple dan Samsung, dinilai berada di atas angin. Lini gawai segmen premium (flagship) besutan kedua korporasi tersebut diproyeksikan jauh lebih tangguh menghadapi guncangan ekonomi dibanding para kompetitornya.

Bahkan, Apple sukses membukukan rekor pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada kuartal pertama (Januari–Maret) 2026. Lonjakan margin profitabilitas ini didorong oleh masifnya animo konsumen global yang melakukan migrasi perangkat atau upgrade ke gawai generasi terbaru mereka, seri iPhone 17.

Melansir laporan dari Reuters, Selasa (2/6/2026), lembaga riset pasar teknologi global terkemuka, Counterpoint Research, memperkirakan volume pengiriman (shipment) perangkat Apple sepanjang sisa tahun 2026 ini akan berada di posisi yang relatif stabil dan aman, sebelum akhirnya diprediksi kembali merangkak naik sekitar 5 persen pada tahun depan.

Dengan hak eksklusivitas kontrak pasokan cip yang jauh lebih terjamin serta struktur margin keuntungan yang tebal, Apple memiliki momentum emas untuk memperluas pangsa pasar (market share) mereka tanpa harus menaikkan harga jual eceran secara agresif kepada konsumen.

Setali tiga uang, ketangguhan serupa juga ditunjukkan oleh Samsung Electronics. Korporasi multinasional asal Korea Selatan ini terbukti mampu mengamankan volume penjualan yang konisten pada kuartal I 2026. Counterpoint memproyeksikan total pengiriman smartphone Samsung sepanjang tahun 2026 hanya akan terkoreksi tipis sekitar 4 persen. Angka ini jauh lebih impresif dibanding rata-rata penurunan pasar global, berkat kestabilan rantai pasok internal dan konsistensi lini produk yang mereka miliki.

Sektor Smartphone Entry-Level Babak Belur

Kondisi berbalik 180 derajat justru harus dihadapi oleh para pabrikan vendor yang mengandalkan ceruk pasar smartphonemurah atau kelas menengah ke bawah (low-to-mid tier). Counterpoint memprediksi pengiriman gawai milik Transsion Holdings (induk Infinix, Tecno, dan Itel) bakal anjlok drastis hingga 32 persen sepanjang tahun ini.

Rapor merah penurunan volume pengiriman produk juga diproyeksikan bakal menimpa pabrikan asal Tiongkok lainnya, di mana Xiaomi diperkirakan melorot hingga 28 persen dan Honor menyusut 20 persen.

Secara akumulatif, Counterpoint Research mengalkulasikan total pengiriman smartphone global pada tahun 2026 ini akan merosot tajam sebesar 13,9 persen secara tahunan (year-on-year), menyisakan volume hanya sekitar 1,08 miliar unit saja di seluruh dunia.

Anomali kelangkaan pasokan komponen ini terjadi lantaran para produsen manufaktur semikonduktor (cip memori) global berbondong-bondong mengalihkan kapasitas produksi utama pabrik mereka untuk memenuhi kebutuhan industri kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang sedang meledak dan jauh lebih menguntungkan. Dampaknya, pasokan cip untuk segmen ponsel pintar murah menjadi langka dan secara kalkulasi bisnis menjadi kurang ekonomis untuk diproduksi.

"Produsen smartphone di segmen bawah dan menengah saat ini tengah terjebak di antara lonjakan biaya produksi komponen yang tidak mampu mereka tanggung, dan kondisi riil konsumen yang memiliki keterbatasan daya beli," pungkas analis utama Counterpoint, Wang Yang.

[RWT] 



Berita Lainnya