Internasional
Sempat Tertunda Beberapa Pekan, Jenazah Ali Khamenei Akan Dimakamkan di Kota Masyhad
Kaltimtoday.co - Pemerintah Iran tengah bersiap menggelar upacara pemakaman dalam skala besar untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Penghormatan terakhir untuk pemimpin berpengaruh ini rencananya akan dilaksanakan di tiga kota utama, yaitu Teheran, Qom, dan Masyhad.
Mengutip kantor berita pemerintah Iran, IRNA, Rabu (3/6/2026), Wakil Wali Kota Teheran, Mohammad Amin Tavakkoli-Zadeh, menyebutkan bahwa pemerintah sedang mematangkan persiapan di ibu kota Teheran. Di kota tersebut, jumlah pelayat yang hadir diperkirakan akan menembus antara 15 juta hingga 20 juta orang.
Sesuai dengan wasiat almarhum dan saran dari keluarga serta orang terdekatnya, Ayatollah Ali Khamenei akan dimakamkan di Kompleks Makam Imam Reza yang berada di Kota Masyhad, wilayah timur laut Iran.
Acara perpisahan ini diprediksi akan menjadi salah satu perkumpulan massa terbesar dalam sejarah modern Iran. Jutaan pelayat diperkirakan tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari negara-negara tetangga seperti Pakistan, Afghanistan, India, Bangladesh, wilayah Kashmir, hingga berbagai belahan dunia muslim lainnya.
Pemerintah Iran sendiri telah merancang rangkaian acara perpisahan selama tiga hari berturut-turut. Prosesi penghormatan di Teheran akan berlangsung setidaknya selama 24 jam penuh, sebelum nantinya jenazah dibawa ke Masyhad untuk prosesi pemakaman.
Mengapa Pemakaman Tertunda Berpekan-pekan?
Rencana pemakaman ini menarik perhatian dunia karena baru akan digelar setelah beberapa pekan sejak kematiannya. Seperti diketahui, Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 February 2026 lalu.
Dalam tradisi Islam, termasuk mazhab Syiah yang dianut mayoritas warga Iran, jenazah biasanya dimakamkan secepat mungkin dalam hitungan jam atau hari. Oleh karena itu, penundaan yang cukup lama ini dinilai tidak biasa dan sempat memicu tanda tanya.
Pemerintah Iran sebenarnya sempat menjadwalkan pemakaman kenegaraan pada 4 Maret lalu. Namun, rencana itu terpaksa dibatalkan karena situasi keamanan di lapangan yang memburuk akibat serangan militer yang masih berlangsung saat itu.
Analis menilai, ada beberapa faktor utama yang membuat pemerintah sangat berhati-hati dan menunda waktu pemakaman:
1. Risiko Keamanan yang Tinggi
Mengumpulkan jutaan orang dan para pejabat tinggi negara dalam satu lokasi di tengah situasi konflik sangat berbahaya, karena bisa menjadi sasaran serangan lanjutan.
2. Kondisi Sosial Dalam Negeri
Pemerintah mengantisipasi agar kerumunan massa yang sangat besar tidak disalahgunakan untuk aksi protes atau kerusuhan di tengah kondisi ekonomi dan politik yang sedang sensitif.
3. Transisi Kepemimpinan
Wafatnya Ali Khamenei memunculkan proses peralihan kekuasaan yang harus dipersiapkan secara matang demi menjaga stabilitas politik negara.
4. Kendala Logistik
Masalah transportasi, pengamanan ketat, dan fokus pemerintah yang terbagi dengan sektor pertahanan di tengah konflik menjadi tantangan teknis yang sangat berat.
5. Pemilihan Lokasi di Masyhad
Dipilihnya Masyhad sebagai tempat peristirahatan terakhir dinilai sebagai langkah yang tepat. Selain karena merupakan kota kelahiran Ali Khamenei, Masyhad adalah rumah bagi Makam Imam Reza, salah satu tempat paling suci bagi umat Syiah.
Secara posisi geografis, Kota Masyhad juga dinilai jauh lebih aman dari jangkauan wilayah yang memiliki risiko serangan militer langsung, jika dibandingkan dengan ibu kota Teheran.
Konflik di Timur Tengah sendiri sempat mereda setelah adanya upaya penanganan situasi melalui mediasi Pakistan, yang menghasilkan gencatan senjata sejak 8 April lalu. Meski perundingan di Islamabad belum menghasilkan keputusan permanen, saat ini kedua belah pihak dilaporkan masih terus bertukar proposal damai demi meredakan ketegangan di kawasan tersebut.
[RWT]
Related Posts
- Kuwait says Iranian drones hit airport and killed 1 as ceasefire is tested again
- Iran fires missiles and US strikes Iran facility after reports of faltering peace talks
- Israel kills 11 in Lebanon, a day after Trump said Israel and Hezbollah will de-escalate
- Tekan Iran, Donald Trump Desak Arab Saudi hingga Pakistan Normalisasi Hubungan dengan Israel
- Russia uses hypersonic Oreshnik missile in mass attack on Kyiv








