Internasional

Trump Ancam Hantam Iran 20 Kali Lebih Keras jika Berani Blokir Selat Hormuz

Network — Kaltim Today 10 Maret 2026 08:24
Trump Ancam Hantam Iran 20 Kali Lebih Keras jika Berani Blokir Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran agar tidak mencoba menghentikan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Jalur strategis ini merupakan rute utama perdagangan energi dunia yang kini berada dalam pengawasan ketat militer menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Peringatan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial sebagai respons atas eskalasi konflik di kawasan tersebut. Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan ragu untuk mengambil langkah agresif jika Iran terbukti mengganggu arus pengiriman minyak global di selat tersebut.

“Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam oleh Amerika Serikat 20 kali lebih keras daripada yang telah mereka alami sejauh ini,” tulis Trump dalam pernyataannya. 

Trump juga menyampaikan ancaman serius terkait kemungkinan serangan terhadap berbagai target vital di Iran. Ia memperingatkan bahwa serangan tersebut akan menyasar fasilitas-fasilitas kunci yang dapat melumpuhkan kemampuan Iran untuk membangun kembali negaranya jika eskalasi terus berlanjut.

“Kami akan menghancurkan target yang mudah dihancurkan yang akan membuat Iran hampir tidak mungkin untuk dibangun kembali sebagai sebuah negara. Kematian, api, dan amarah akan menimpa mereka,” tambah Trump dalam unggahan yang sama.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran paling vital bagi perdagangan minyak dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Sekitar sepertiga pasokan minyak dunia yang diangkut melalui jalur laut diperkirakan melewati selat sempit tersebut setiap harinya.

Gangguan terhadap jalur ini diprediksi akan memicu lonjakan harga energi global secara drastis. Hal ini juga akan mengganggu stabilitas pasokan minyak ke berbagai negara besar yang sangat bergantung pada impor energi dari kawasan Timur Tengah.

Secara khusus, Trump menyebut bahwa ketegasan AS dalam menjaga Selat Hormuz bisa menjadi "hadiah" bagi negara-negara importir besar, termasuk China. Sebagai konsumen minyak raksasa, stabilitas pengiriman melalui Selat Hormuz sangat krusial bagi keberlangsungan kebutuhan energi nasional Beijing.

[RWT] 



Berita Lainnya