DISDIKBUD BONTANG
Wawali Agus Pastikan MBG untuk Sekolah Swasta Masih Berproses
BONTANG, Kaltimtoday.co - Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menanggapi keluhan sekolah swasta yang hingga kini belum menerima Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia mengatakan, cakupan MBG belum menyeluruh sebab masih banyak SPPG dalam proses pengurusan izin operasional.
"Info yang kami terima dari MBG provinsi, di Bontang nanti ada sekitar 35 sampai 36 SPPG. Tapi persoalannya, kan, mendapat izin dari pusat tidak mudah, makanya ini masih berproses," kata Wawali Agus ketika ditemui usai membuka workshop di Hotel Tiara Surya Bontang, Selasa (12/5/2026) pagi.
Dia menjelaskan, masih banyak SPPG di Bontang terkendala perizinan dan sedang menjalani verifikasi lapangan. Proses ini, sebutnya, tidak mudah sebab langsung verifikator dan pemberi izin berasal dari pemerintah pusat.
Selain itu, pemerintah juga lebih hati-hati dan selektif sebelum memberi izin operasional ke SPPG. Ini merupakan hasil evaluasi dari SPPG lainnya, di mana masih banyak SPPG bermasalah atau kurang layak. Seperti kasus yang terjadi di Bontang beberapa waktu lalu. Ada sembilan SPPG dinonaktifkan sementara sebab bermasalah dengan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Atau kasus makanan SPPG kurang layak hingga pengelola SPPG tidak patuh etika program yang terjadi di Batujajar, Jawa Barat.
"Akhirnya pemerintah pusat juga tekankan, tidak apa pelan tapi pasti (kualitasnya)," tegasnya.
Kendati demikian, Wawali Agus meyakinkan bahwa pemerintah mendorong agar penerima manfaat MBG bisa maksimal tahun ini. Utamanya mereka yang merupakan sasaran prioritas program andalan Presiden Prabowo Subianto ini. Mulai anak-anak di pesisir, anak-anak dari keluarga kurang mampu, lansia, dan ibu hamil.
"Saya beri imbauan, mohon bersabar dulu. Insha Allah tahun ini jangkauannya bisa lebih luas," janjinya.
Sebagai informasi, Kepala SD Nurul Iman, Asma sebelumnya mengatakan hingga kini pihak sekolah belum menerima informasi resmi terkait jadwal pelaksanaan MBG di lingkungan mereka. Hal yang sama rupanya terjadi di sekolah swasta lainnya di Kelurahan Lok Tuan, seperti SDI YPL dan Nurul Fatah.
Menurutnya, mayoritas peserta didik di sekolah swasta membutuhkan dukungan tambahan, terutama dalam pemenuhan asupan makanan sehat selama mengikuti kegiatan belajar mengajar. Selain itu, kata dia, MBG diperlukan di SD Nurul Iman sebab sebagian besar anak didik mereka datang dari keluarga menengah ke bawah.
"Sampai sekarang belum ada (MBG). Semoga bisa secepatnya ke sekolah kami juga," kata Asma ketika ditemui di kantornya, Senin (11/5/2026) pagi lalu.
[RWT | ADV DISDIKBUD BONTANG]
Related Posts
- Mendikdasmen: Program Makan Bergizi Gratis Sukses Dongkrak Prestasi dan Kehadiran Murid
- Ribuan Motor Listrik Misterius Ditemukan di Bogor, Diduga untuk Operasional Makan Bergizi Gratis
- Selain Coret Sekolah Elite, Menko Pangan Larang Dapur MBG Ambil Bahan Baku dari Luar Daerah
- Mensesneg Prasetyo Hadi Isyaratkan Tata Ulang Program Makan Bergizi Gratis Nasional
- Tagihan Rp3,5 Miliar Proyek Dapur MBG Mandek, Pengusaha Paser Mengadu ke Pemprov Kaltim









