Daerah
Agenda Tuntutan Kasus DBON Dijadwalkan 2 Juni Mendatang, Kuasa Hukum Persiapkan Langkah
Kaltimtoday.co, Samarinda - Kasus dugaan korupsi anggaran dana hibah Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) segera memasuki tahap penuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Agenda pembacaan tuntutan dijadwalkan berlangsung pada 2 Juni 2026 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Samarinda.
Sebelumnya, persidangan telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari pembacaan dakwaan hingga pemeriksaan para saksi yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Menjelang agenda tuntutan, kuasa hukum terdakwa, Hendrich Juk Abeth, mengungkapkan pihaknya mulai mempersiapkan berbagai langkah menghadapi sidang lanjutan.
“Salah satunya tentu menguatkan mental klien untuk siap menghadapi agenda sidang yang akan datang,” ujarnya.
Selain itu, tim penasihat hukum juga mulai menyusun langkah strategis untuk menghadapi tuntutan dari JPU.
Hendrich menyebut, saat ini pihaknya tengah memfinalisasi draf pembelaan atau pledoi yang nantinya akan disampaikan setelah pembacaan tuntutan jaksa. Menurutnya, pledoi merupakan hak terdakwa dalam proses persidangan.
“Kami sedang memfinalisasi draf pembelaan (pledoi) yang disesuaikan dengan asumsi tuntutan jaksa nanti,” katanya.
Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan evaluasi terhadap jalannya persidangan sebelumnya, khususnya terkait keterangan para saksi. Evaluasi tersebut dilakukan guna memperkuat pembelaan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan.
“Kami juga akan mengevaluasi kembali fakta persidangan,” tutupnya.
[RWT]
Related Posts
- Sebut Kasus Berat, Wakil Ketua DPRD Kukar Sepakati Pencabutan Izin Ponpes di Tenggarong Seberang
- Izin Operasional Ponpes di Tenggarong Seberang Direkomendasikan Dicabut Imbas Dugaan Kasus Kekerasan Seksual
- Aksi Demo di Simpang Jembatan Mahakam Samarinda, Massa Tuntut Penurunan Harga BBM dan Evaluasi MBG
- BRI Samarinda Buka Suara Terkait Kasus Korupsi KUR Rp 1,48 Miliar
- Koalisi Masyarakat Sipil Kritik Keras Pernyataan Anggota DPR Andi Yuliani Paris Soal Rokok Murah Bagi Warga Miskin









