Nasional

Survei SMRC: Elektabilitas Prabowo Anjlok, Dedi Mulyadi Unggul di Simulasi Capres

Kaltim Today
30 Juli 2026 18:14
Survei SMRC: Elektabilitas Prabowo Anjlok, Dedi Mulyadi Unggul di Simulasi Capres
Hasil survei terbaru SMRC menempatkan Dedi Mulyadi sebagai kandidat dengan elektabilitas terkuat sebagai calon presiden jika pemilihan digelar saat ini.

JAKARTA, Kaltimtoday.co - Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan penurunan signifikan pada tingkat elektabilitas Prabowo Subianto jika pemilihan presiden dilakukan saat ini. Dalam simulasi capres, elektabilitas Prabowo berada di posisi kedua, terpaut dari Dedi Mulyadi.

Data tersebut dipaparkan oleh Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, dalam rilis bertajuk "Elektabilitas Calon-calon Presiden" yang disiarkan melalui kanal YouTube SMRC TV pada Rabu (29/7/2026). Riset ini dilakukan pada rentang waktu 5–19 Juli 2026.

Dalam simulasi semi terbuka dengan 20 nama calon, Dedi Mulyadi menempati posisi teratas dengan perolehan dukungan sebesar 35 persen. Sementara itu, Prabowo Subianto berada di urutan kedua dengan raihan 14,5 persen.

Nama-nama lain yang muncul dalam simulasi ini meliputi Anies Baswedan dengan 8,2 persen, Gibran Rakabuming Raka 7,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 4,9 persen, Ganjar Pranowo 4,2 persen, serta Mahfud MD 4 persen. Figur lainnya masing-masing memperoleh angka di bawah 2 persen, dan sebanyak 12,8 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Deni menjelaskan bahwa terjadi perubahan tren elektabilitas yang kontras dalam kurun waktu sembilan bulan terakhir. Pada survei November 2025, dukungan untuk Prabowo pada simulasi semi terbuka mencapai 34,9 persen, namun turun menjadi 14,5 persen pada Juli 2026.

Di sisi lain, elektabilitas Dedi Mulyadi mencatatkan kenaikan berlanjut pada periode yang sama. Dukungan terhadap Dedi meningkat dari 19,7 persen pada November 2025 menjadi 35 persen pada Juli 2026.

SMRC juga melakukan simulasi head to head atau dua nama antara Dedi Mulyadi dan Prabowo Subianto. Hasilnya, Dedi Mulyadi meraih dukungan sebesar 59 persen, sedangkan Prabowo Subianto mendapatkan 28,3 persen, dengan 12,7 persen responden belum menentukan pilihan.

Dalam kurun empat bulan terakhir pada simulasi dua nama tersebut, elektabilitas Prabowo menurun dari 50,5 persen pada survei Februari–Maret 2026 menjadi 28,3 persen di Juli 2026. Sebaliknya, tingkat keterpilihan Dedi Mulyadi naik dari 42,6 persen menjadi 59 persen.

Survei nasional ini mengambil populasi warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih. Sampel sebanyak 749 responden dipilih secara acak (random), dengan metode wawancara telepon sebesar 83,8 persen dan wawancara tatap muka sebesar 16,2 persen. Toleransi kesalahan (margin of error) survei ini diperkirakan sebesar ±3,7 persen.

[TOS]



Berita Lainnya