Kaltim

Aksi 21 April di DPRD Kaltim: Mahasiswa Panjat Papan Iklan, Pasang Spanduk 3 Tuntutan

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 21 April 2026 14:50
Aksi 21 April di DPRD Kaltim: Mahasiswa Panjat Papan Iklan, Pasang Spanduk 3 Tuntutan
Mahasiswa memanjat papan iklan di depan Gedung DPRD Kaltim untuk memasang spanduk tuntutan dalam aksi unjuk rasa di Samarinda, Selasa (21/4/2026).

SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Gelombang unjuk rasa dari berbagai elemen organisasi masyarakat dan mahasiswa mulai memadati Kantor DPRD Kaltim, Selasa (21/4/2026). Massa aksi terpantau mulai menyampaikan orasi dan melakukan sejumlah aksi simbolik di depan gedung parlemen.

Dalam aksi tersebut, sejumlah mahasiswa nekat memanjat papan iklan yang sebelumnya menampilkan foto pimpinan dan anggota dewan. Mahasiswa merobek gambar tersebut dan menggantinya dengan spanduk berisi tiga tuntutan utama kepada legislatif.

Tiga tuntutan tersebut meliputi desakan audit seluruh kebijakan Pemprov Kaltim, penghentian praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta mendesak DPRD Kaltim menjalankan fungsi pengawasan secara total.

Selain elemen mahasiswa, Forum Peduli Penyandang dan Atlet Disabilitas turut membuka orasi dengan menyuarakan isu ketenagakerjaan dan jaminan sosial. Massa dari organisasi masyarakat Dayak Paser asal Penajam Paser Utara juga nampak bergabung dalam barisan demonstran.

Pantauan di lapangan menunjukkan pagar Kantor DPRD Kaltim telah dipasang kawat berduri sejak Senin (20/4). Massa sempat merespons barikade tersebut dengan melumuri pagar menggunakan oli sebelum memulai jalannya unjuk rasa.

Satlantas Polresta Samarinda telah memberlakukan rekayasa lalu lintas di sekitar area DPRD Kaltim untuk mengantisipasi kepadatan. Setelah dari gedung dewan, massa dijadwalkan bergerak menuju Kantor Gubernur Kaltim pada siang hari.

"Bagi masyarakat yang melintas di depan DPRD silakan mencari jalur alternatif agar tidak terjebak kemacetan," ujar Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo.

Selain di Gedung DPRD, pengamanan ketat berupa kawat berduri juga telah disiagakan aparat di depan Kantor Gubernur Kaltim serta Rumah Jabatan Gubernur guna mengantisipasi eskalasi massa.

[TOS]



Berita Lainnya