Daerah
Mitra MBG Paser Tuntut Kejelasan Pembayaran Dapur Rp 3,5 Miliar, Sambangi BGN di Jakarta
Kaltimtoday.co, Jakarta - Sejumlah mitra pelaksana pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) asal Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, mendatangi kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta. Mereka meminta kejelasan terkait pembayaran proyek pembangunan dapur MBG yang disebut telah rampung 100 persen dengan nilai mencapai Rp3,5 miliar.
Salah satu perwakilan mitra, Maskur mengaku terpaksa datang langsung ke Jakarta untuk meminta kepastian atas hak pembayaran yang hingga kini belum diterima. Ia menyebut pembangunan dapur MBG di Paser telah diselesaikan, namun belum ada kejelasan pertanggungjawaban dari pihak yayasan yang menjadi mitra BGN.
“Kami minta kejelasan dan ketegasan dari pihak BGN di Jakarta. Pembangunan dapur MBG di Paser itu sudah selesai dan menghabiskan anggaran hingga Rp3,5 miliar. Tapi sampai sekarang belum ada pertanggungjawaban dari pihak yayasan,” ujar Maskur.
Maskur menyampaikan, pembangunan tersebut melibatkan sejumlah warga dan pelaku usaha di daerah. Bahkan, untuk memastikan proyek dapat diselesaikan, dirinya mengaku harus mencari pinjaman untuk menutupi kebutuhan pembangunan hingga dapur MBG tersebut rampung.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat dan penyedia jasa di daerah berada dalam posisi yang dirugikan. Ia berharap BGN dapat turun tangan memberikan kejelasan mengenai mekanisme pembayaran dan penyelesaian kewajiban kepada pihak-pihak yang telah menyelesaikan pekerjaan.
“Kami berharap BGN bisa memberikan kejelasan. Jangan sampai masyarakat kecil di daerah menjadi korban karena persoalan koordinasi antara BGN, yayasan, dan mitra kerja,” tegasnya.
Selain perwakilan mitra dari Paser, kedatangan ke BGN juga dilakukan Perkumpulan Mitra Berdaulat Gerakan Nasional (PERMIT BGN). Ketua Umum PERMIT BGN, dr. Sterren Silalahi Samberi, mengatakan pihaknya datang untuk mengantarkan surat sekaligus meminta kepastian terkait agenda audiensi dengan pimpinan BGN.
“Kami tidak ada tuntutan aneh-aneh. Tadi datang hanya mengantarkan surat dan menanyakan kepastian surat audiensi pertama kita yang sudah dimasukkan sejak Kamis lalu,” kata Sterren.
Ia mengaku rombongan telah menunggu hingga sore hari, namun belum dapat bertemu dengan Kepala BGN karena yang bersangkutan telah meninggalkan lokasi.
Sterren menegaskan, pihaknya ingin membuka ruang dialog dengan BGN untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dialami para mitra MBG di lapangan sekaligus menawarkan solusi berdasarkan pengalaman mereka dalam menjalankan program tersebut.
“Seharusnya kami diterima karena kami mau memberi solusi. Kalau ada masalah, skemanya seperti apa. Saya menjalankan MBG ini sejak 6 Januari 2025 dan menjadi salah satu yang paling berpengalaman dari ratusan pelaku se-Indonesia,” ujarnya.
Ia berharap BGN segera membuka ruang komunikasi dengan para mitra sehingga berbagai persoalan yang terjadi di daerah, termasuk persoalan pembayaran proyek pembangunan dapur MBG di Paser, dapat segera mendapat kejelasan.
[RWT]
Related Posts
- Kaltim di Persimpangan Fiskal: Saat Janji Politik Harus Tunduk pada Disiplin Anggaran
- Peringati Hari Anak Nasional, PLN UIP KLT Perkuat Jaringan Listrik untuk Penunjang Pendidikan
- Dukung Operasional PT BIB, PLN Siapkan Penyambungan Daya 75 MVA di Tanah Bumbu
- Peringati Hari Mangrove Sedunia, Siswa SD di Kutai Kartanegara Diajak Tanam Pohon
- Organisasi Pers Desak Presiden Prabowo Minta Maaf Soal 'Londo Ireng'







