Advertorial
Andi Singkeru Soroti Tantangan Guru dan Pendidikan di Daerah Terpencil PPU
Kaltimtoday.co, Penajam - Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Penajam Paser Utara (PPU), Andi Singkeru, menekankan pentingnya peran guru dalam mengemban tiga tugas utama, yakni mendidik, mengajar, dan melatih.
Ia mengingatkan agar guru di semua tingkatan melaksanakan ketiga tugas tersebut secara terintegrasi untuk memastikan pendidikan yang lebih berkualitas.
"Guru memiliki tiga tugas utama: mendidik, mengajar, dan melatih. Jangan hanya dua yang dijalankan, semuanya harus terakumulasi," ujar Andi.
Ia menggarisbawahi bahwa peran ini sangat penting untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dan karakter yang baik.
Namun, tantangan pendidikan di daerah terpencil menjadi salah satu fokus utama Disdikpora PPU. Menurut Andi, kondisi pendidikan di beberapa wilayah terpencil masih memprihatinkan, terutama terkait kemampuan dasar siswa.
"Terkait kondisi pendidikan di PPU, kenyataannya memang masih ada siswa SMP yang belum bisa membaca, terutama di daerah terpencil," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa keterbatasan akses pendidikan di daerah terpencil menjadi salah satu penyebab utama masalah ini. Faktor geografis, kurangnya fasilitas, serta keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi.
Andi juga mengapresiasi upaya para guru di daerah terpencil yang terus berjuang meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
[RWT | ADV DISKOMINFO PPU]
Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp
Related Posts
- Cek Tarif Listrik Terbaru Hari Ini: Berlaku untuk 13 Golongan Non-Subsidi dan Bersubsidi
- Rencana Zelensky Ganti Perdana Menteri Picu Pengunduran Diri Massal Kabinet Ukraina
- Pengasuh Anak di Samarinda Ditangkap usai Curi Perhiasan Majikan Senilai Rp300 Juta
- Evakuasi Korban Pakai Mobil Pikap, BPBD PPU Dorong Pengadaan Ambulans Darurat
- Vietnam Wajibkan Maskapai Bayar Kompensasi Delay hingga Rp 2,6 Juta Mulai Juli 2026








