Daerah

Anggaran Terbatas, Kuota Perjalanan Religi Gratis Marbot Kaltim Anjlok dari 870 Jadi 14 Orang

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 13 Juli 2026 15:40
Anggaran Terbatas, Kuota Perjalanan Religi Gratis Marbot Kaltim Anjlok dari 870 Jadi 14 Orang
Kepala Biro Kesra Setdaprov Kaltim, Dasmiah. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Program Perjalanan Religi dan Rohani Gratis Pemprov Kalimantan Timur mengalami penurunan kuota yang drastis. Dari sekitar 870 penerima pada tahun lalu, tahun ini hanya tersedia kuota bagi 14 orang akibat keterbatasan anggaran.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Biro Kesra Setdaprov Kaltim, Dasmiah pada Senin (13/07/2026) di Gedung E DPRD Kaltim.

"Tahun ini berkurang cukup banyak, sesuai ketersediaan anggaran itu hanya 14 orang," kata Dasmiah

Lebih lanjut, untuk saat ini belum ada penambahan kuota. Dasmiah menyebut pembahasan soal program perjalanan religi gratis akan dibahas pada APBD Perubahan 2026. 

"Kami tetap mengupayakan agar program ini tetap berjalan. Kami juga sudah mengajukan usulan agar minimal kuotanya bisa mencapai separuh dari tahun lalu," ujarnya.

Untuk program-program Gratispol lainnya tetap berjalan. Salah satu yang diprioritaskan ada pendidikan gratis (Gratispol) untuk jenjang S1-S3. Kesehatan gratis hingga seragam gratis pun akan tetap direalisasikan tahun ini.

"Program Gratispol yang lain juga tetap ada. Hanya saja, untuk program bagi marbot perjalanan religi mungkin menjadi pertimbangan karena sifatnya lebih individual, bukan menyasar masyarakat secara keseluruhan," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, membenarkan bahwa ada pengurangan kuota dalam program perjalanan religi gratis tahun ini. Tahun lalu, yang diberangkat Pemprov sebanyak kurang lebih 800 an orang.

"Itu merupakan pilihan yang harus kami lakukan ketika program efisiensi dilaksanakan, sehingga kami melakukan pengurangan volume," pungkasnya:

Sebagai informasi, untuk anggaran per orang tetap sama, sekitar Rp35 juta per orang yang menjadi penerima program perjalanan religi gratis. Hanya saja, kuotanya berpotensi mengalami penurunan di tahun 2026.

[RWT]



Berita Lainnya