Nasional
BPDP Siapkan 5.000 Penerima Beasiswa SDM Perkebunan 2026
Kaltimtoday.co - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memperkuat komitmennya dalam menggembleng kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian dan perkebunan nasional melalui Program Beasiswa SDM Perkebunan 2026. Pada tahun anggaran ini, sebanyak 5.000 mahasiswa berhasil tersaring sebagai penerima beasiswa, meningkat sangat signifikan jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang berkisar di angka 400 penerima.
Langkah lonjakan kuota ini diambil sebagai bagian dari strategi besar perluasan akses pendidikan tinggi berkualitas, sekaligus mempersiapkan regenerasi petani muda yang memiliki penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan teknis, dan karakter kepemimpinan yang kuat.
Sebagai bentuk pembekalan awal, para penerima beasiswa diwajibkan mengikuti program Pembinaan Mental, Fisik, dan Disiplin Kebun (Bintalfisdisbun). Khusus di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta, agenda pembinaan diikuti oleh 570 mahasiswa dari lima perguruan tinggi mitra, yakni Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (CWE), Institut Teknologi Sains Bandung, Universitas Koperasi Indonesia (Ikopin), Universitas Borobudur, dan Universitas Nusa Bangsa.
Pentingnya Penguatan Karakter Lapangan
Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, menegaskan bahwa kemajuan dan keberlanjutan industri perkebunan Indonesia sangat bergantung pada kapasitas SDM yang akan mengelolanya di masa depan. Oleh karena itu, kurikulum beasiswa tidak hanya difokuskan pada capaian akademik semata, melainkan juga mentalitas kerja di lapangan.
“Penguasaan ilmu kebun dan teknologi pertanian saja tidak cukup. Di dunia kerja dan industri perkebunan, kalian akan berhadapan dengan tantangan lapangan yang dinamis, cuaca yang menantang, serta tuntutan kedisiplinan dan kepemimpinan yang tinggi,” ujar Eddy dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).
Eddy menjelaskan bahwa program Bintalfisdisbun dirancang secara intensif melalui kolaborasi bersama unsur militer dan instruktur profesional—seperti Yonbekang 1/Tribhakti Yudha/1 Kostrad di wilayah Jabar-DKI—guna menempal etos kerja tinggi, kedisiplinan, kerja sama tim, serta jiwa korsa.
Selain DKI Jakarta dan Jawa Barat, rangkaian kegiatan pembinaan Bintalfisdisbun ini juga digelar secara serentak di berbagai titik pusat perkebunan Indonesia, meliputi Aceh, Riau, Padang, Jambi, Yogyakarta, Samarinda, Banjarmasin, hingga Makassar.
Amanah untuk Membangun Perkebunan Rakyat
Lebih lanjut, Eddy mengingatkan para mahasiswa bahwa beasiswa yang mereka terima merupakan amanah besar dari negara. Usai menyelesaikan studi, para lulusan diharapkan tidak hanya berorientasi pada karier pribadi, melainkan kembali ke daerah masing-masing untuk memajukan tata kelola perkebunan rakyat.
“Setelah lulus nanti, kalian harus kembali untuk membangun kebun rakyat, memperkuat kelompok tani, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekebun sawit di daerah masing-masing. Karena kalian adalah bagian dari masa depan sawit Indonesia,” tegas Eddy.
Melalui investasi pendidikan berskala besar ini, BPDP optimistis dapat melahirkan generasi baru pengelola perkebunan yang profesional, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan ketahanan pangan dan energi nasional di masa mendatang.
[RWT]
Related Posts
- RDP Bahas Evaluasi Kebakaran Permukiman, Hidran dan Tandon Jadi Prioritas di Zona Merah Kelurahan Melayu
- Viral Foto Rudy Mas’ud Sarapan di Marina Bay Sands Singapura, Diskominfo: Benar, Beliau Sedang Check Up Kesehatan
- Atasi Karhutla, Pemerintah Indonesia Uji Coba Cairan Pemadam Khusus Asal Brasil
- Polresta Samarinda Selidiki Laporan Dugaan Kelalaian Medis Kasus Edianto Wong
- Bupati Kukar Siapkan Pendampingan Psikologis hingga Seragam Sekolah bagi Korban Kebakaran di Melayu







