DISDIKBUD BONTANG

Cegah Pengaruh Pergaulan Bebas, SMPN 4 Bontang Intensifkan Wajib Belajar

Bila — Kaltim Today 21 Mei 2026 16:21
Cegah Pengaruh Pergaulan Bebas, SMPN 4 Bontang Intensifkan Wajib Belajar
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Mangara Herry Andersen (Dhan/Kaltim Today)

BONTANG, Kaltimtoday.co - SMP Negeri 4 Bontang terus berkomitmen memastikan setiap muridnya terhindar dari pengaruh pergaulan menyimpang dengan program wajib belajar.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Mangara Herry Andersen, mengatakan bahwa pihaknya menerapkan program wajib belajar inisiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.

"Kita juga menerapkannya sesuai dengan programnya Wali Kota, yaitu anak-anak wajib belajar mulai pukul 19.00 hingga 21.00 Wita," katanya, Kamis (21/5/2026).

Ia menjelaskan, pihaknya juga melakukan pemantauan siswa saat malam hari, melalui kolaborasi dengan Kelurahan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

"Tentunya murid SMPN 4 yang kedapatan berada diluar rumah saat jam wajib belajar, akan di erikan sanksi," ucapnya.

Dirinya menyampaikan, sebagai upaya meningkatkan kesadara siswa akan pentingnya belajar dan menjaga diri dari pergaulan luar. SMPN 4 Bontang terus menggitakan kegiatan keagamaan setiap harinya.

"Setiap pagi sebelum belajar selalu ada kegiatan agama. Bagi yang muslim wajib mendengarkan tausiah dan pengajian," terangnya.

Herry juga menekankan, bahwa siswa harus menjaga diri dari efek pergaulan menyimpang, seperti minuman keras yang acap kali dikonsumsi oleh remaja secara ilegal.

"Saya selalu bilang dalam agama, tubuh manusia itu harus dijaga. Sedangkan alkohol itu adalah hal yang paling dilarang dan bisa mengakibatkan kerusakan," tegasnya.

Namun, ia menyampaikan bahwa hingga saat ini belum pernah ada ditemukan murid SMPN 4 Bontang yang kedapatan mengkonsumsi minuman keras, baik di dalam maupun luar sekolah.

Herry menuturkan, sebagai upaya meningkatkan pengawasan. Pihak sekolah selalu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar.

"Kalau ada apa-apa dengan murid kami pasti selalu dilaporkan. Misalnya ketika ada siswa yang bolos," jelasnya.

Dirinya berharap, dengan berjalannya program wajib belajar dapat meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menuntut ilmu, serta melindungi mereka dari pengaruh pergaulan luar yang menyimpang.

[ADV DISDIKBUD BONTANG]



Berita Lainnya