Advertorial

DPMPTSP Kaltim Lirik Potensi Investasi di Energi Baru Terbarukan

Yasmin Medina Anggia Putri — Kaltim Today 01 September 2023 06:36
DPMPTSP Kaltim Lirik Potensi Investasi di Energi Baru Terbarukan
Ilustrasi energi baru terbarukan. (IST)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim melirik pengembangan energi baru terbarukan. Sektor ini diunggulkan pemprov di depan investor saat pelaksanaan Mahakam Investment Forum (MIF) pada 31 Agustus 2023. 

Potensi pengembangan energi baru terbarukan ini akan dimaksimalkan di 10 kabupaten dan kota se-Kaltim. Kepala DPMPTSP Kaltim, Puguh Harjanto mengatakan bahwa ada lima kriteria yang mengacu pada arah kebijakan pengembangan penanaman modal di bidang energi.  

“Yakni optimalisasi potensi dan sumber energi baru dan terbarukan serta mendorong penanaman modal infrastruktur energi untuk memenuhi kebutuhan listrik,” ujar Puguh.

Selain itu, ada pula peningkatan bangsa sumber daya energi baru dan terbarukan untuk mendukung efisiensi, konservasi serta pelestarian lingkungan hidup dalam pengelolaan energi. Penggunaan energi fosil untuk alat transportasi, listrik, dan industri dengan substitusi menggunakan energi baru terbarukan juga termasuk. Dalam hal ini, air jadi sumber daya energi. 

“Selanjutnya adalah pemberian kemudahan dan atau insentif penanaman modal serta dukungan akses pembiayaan domestik dan infrastruktur energi khususnya bagi sumber energi baru dan terbarukan,” ujarnya. 

Terakhir, ada pemberdayaan, pemanfaatan sumber daya air sebagai sumber daya energi dan sumber kehidupan serta pertanian. Puguh juga memaparkan beberapa manfaat energi baru terbarukan untuk kehidupan. 

"Pertama, menggunakan energi terbarukan tentunya lebih ramah lingkungan karena dapat mengurangi pencemaran udara dan kerusakan lingkungan akibat eksplorasi," sambungnya. 

Berikutnya, ongkos yang dikeluarkan untuk menghasilkan energi cenderung lebih murah. Sebab sumber energinya ada dan gratis. Biaya pemeliharaan dan perawatan juga lebih terjangkau. 

Lalu, adanya penggunaan energi baru terbarukan juga mendorong masyarakat untuk mandiri energi. Sebab tak lagi bergantung dengan persediaan atau stok pasokan energi tak terbarukan yang mayoritas impor. 

“Ini mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan karena dengan terciptanya masyarakat yang mandiri energi tentu saja berdampak juga pada peningkatan belanja masyarakat di sektor lain,” tandasnya. 

[RWT | ADV DPMPTSP KALTIM]



Berita Lainnya