DISDIKBUD BONTANG

Hari Ketiga MPLS, SMPN 9 Bontang Bekali Siswa Baru Etika Bermedia Sosial

Kaltim Today
15 Juli 2026 19:14
Hari Ketiga MPLS, SMPN 9 Bontang Bekali Siswa Baru Etika Bermedia Sosial
Jurnalis Portal Bontang, Abdul Hakim Busro. (Laz/Kaltim Today)

BONTANG, Kaltimtoday.co - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 9 Bontang memasuki hari ketiga pada Rabu (15/7/2026). 

Pada kesempatan tersebut, sekolah membekali para peserta didik baru dengan materi mengenai etika bermedia sosial sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab siswa dalam memanfaatkan ruang digital.

Materi bertajuk "Etika Bermedia Sosial" disampaikan oleh Jurnalis Portal Bontang, Abdul Hakim Busro. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah itu diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa baru.

Dalam pemaparannya, Abdul Hakim menjelaskan bahwa etika merupakan pedoman yang mengatur sikap dan perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat berinteraksi di media sosial.

"Etika adalah nilai-nilai dan norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau kelompok dalam mengatur tingkah lakunya," ujarnya di hadapan para peserta MPLS.

Ia menilai pemahaman mengenai etika digital menjadi kebutuhan penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, media sosial kini bukan sekadar sarana hiburan, tetapi telah menjadi ruang publik yang digunakan untuk berkomunikasi, berbagi informasi, hingga membangun citra diri.

Karena itu, setiap pengguna media sosial perlu memahami bahwa setiap unggahan, komentar, maupun informasi yang dibagikan memiliki konsekuensi dan dapat membentuk penilaian orang lain terhadap dirinya.

"Apa yang kita tulis, bagikan, dan komentari di media sosial akan mencerminkan karakter serta integritas diri kita di dunia nyata. Rekam jejak digital itu nyata, jadi bijaklah dalam bermedia sosial," jelasnya.

Selain mengajak siswa menggunakan media sosial secara bijak, Abdul Hakim juga mengingatkan pentingnya menjaga sopan santun dalam berkomunikasi, menghargai perbedaan pendapat, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari tindakan perundungan siber (cyberbullying).

Pihak SMP Negeri 9 Bontang berharap materi tersebut dapat menjadi bekal awal bagi peserta didik baru dalam membangun karakter yang bertanggung jawab, baik di lingkungan sekolah maupun di dunia digital.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa tampak aktif mengajukan pertanyaan seputar penggunaan media sosial yang aman, etis, dan bertanggung jawab di era digital.



Berita Lainnya