Nasional
Kembangkan Tambang Ramah Lingkungan di Kaltim, SUN Siapkan 1.000 Kendaraan Listrik dan PLTS 80 MW
Kaltimtoday.co, Samarinda - Perusahaan penyedia solusi energi dan elektrifikasi terintegrasi, SUN, resmi memulai pengembangan ekosistem pertambangan ramah lingkungan (green mining) di Kalimantan Timur (Kaltim). Proyek transisi energi ini ditandai dengan pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang mencakup pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 80 Megawatt (MW), sistem penyimpanan baterai 160 Megawatt hour (MWh), serta penyediaan lebih dari 1.000 unit kendaraan listrik.
Direktur Mobilitas SUN, Karina Darmawan, menjelaskan bahwa langkah elektrifikasi di kawasan tambang Kaltim bukan lagi sekadar pemenuhan isu keberlanjutan lingkungan, melainkan strategi bisnis guna mendongkrak efisiensi operasional dan daya saing industri.
"Bagi industri pertambangan, elektrifikasi bukan lagi sekadar strategi keberlanjutan, tetapi keputusan bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Ketergantungan pada diesel menghadirkan tantangan biaya, distribusi, dan kepastian pasokan," kata Karina dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/11/2026).
Pemanfaatan Lubang Bekas Tambang untuk PLTS Apung
Dalam rancangan teknisnya, SUN mengintegrasikan pembangunan PLTS apung yang memanfaatkan area void atau lubang galian bekas tambang yang tergenang air. Listrik yang dihasilkan PLTS apung tersebut dipadukan dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 160 MWh untuk mengelola kestabilan pasokan daya operasional.
Sistem pembangkitan energi terbarukan ini diproyeksikan mampu menyuplai kebutuhan daya bersih hingga 80 MW untuk kawasan pertambangan.
Dari sektor mobilitas, SUN menyiapkan ekspansi armada lebih dari 1.000 unit kendaraan listrik (Electric Vehicle), mulai dari kendaraan operasional ringan hingga armada pendukung logistik tambang. Ekosistem ini turut dilengkapi dengan fasilitas charging station, bengkel pemeliharaan, serta Fleet Management System digital.
"Elektrifikasi pertambangan bukan sekadar mengganti kendaraan diesel dengan kendaraan listrik. Yang terpenting adalah memastikan seluruh ekosistemnya siap, termasuk pasokan energi, charging station, workshop, maintenance, dan sistem pengelolaan armada," tegas Karina.
Tawarkan Skema Elektrifikasi Tanpa Investasi Awal (CAPEX)
Untuk mengakselerasi adopsi teknologi bersih oleh perusahaan tambang di Kaltim, SUN memperkenalkan model bisnis Electrification as a Service (EaaS). Skema ini memungkinkan pengusaha tambang mengadopsi ekosistem kendaraan listrik dan PLTS tanpa perlu mengeluarkan investasi modal awal (upfront capital expenditure/CAPEX).
Melalui skema EaaS, seluruh tahapan perencanaan, penyediaan teknologi, hingga pemeliharaan rutin akan ditangani langsung oleh SUN.
Pengembangan ekosistem green mining di Kalimantan Timur ini diproyeksikan menjadi percontohan nasional untuk menekan tingkat konsumsi BBM jenis diesel serta menekan emisi karbon di sektor industri ekstraktif Indonesia.
[RWT]
Related Posts
- Jelang Demo Gubernur Rudy Mas'ud ke Jakarta, Ini Klarifikasi Diskominfo Kaltim
- Menjaga Hutan, Merawat Tradisi: Sejauh Mana Manfaat Karbon Dirasakan Masyarakat Adat Kubar?
- Dugaan Korupsi Batu Bara Perumda Varia Niaga Samarinda Rugikan Negara Rp 30,9 Miliar
- Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara Perumda Varia Niaga, Polda Kaltim Tetapkan 3 Tersangka
- PSSI Kaltim Buka Pendaftaran Ketua Periode 2026–2030, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya







