DISDIKBUD BONTANG

Pelajar SMP Kedapatan Konsumsi Miras Ilegal, Disdikbud Bontang Tekankan Pembinaan Karakter Remaja

Bila — Kaltim Today 06 Mei 2026 08:09
Pelajar SMP Kedapatan Konsumsi Miras Ilegal, Disdikbud Bontang Tekankan Pembinaan Karakter Remaja
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha. (Dhan/Kaltim Today).

BONTANG, Kaltimtoday.co - Dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Bontang menyampaikan keprihatinannya terhadap remaja Kelurahan Tanjung Laut yang kedapatan mengkonsumsi minuman keras (miras) ilegal.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan bahwa insiden tersebut akan dijadikan bahan evaluasi guna memperkuat pembinaan karakter di sektor pendidikan.

"Saya sangat terkejut atas peristiwa tersebut, kondisi ini menjadi indikator adanya celah dalam pengawasan perilaku remaja di luar lingkungan belajar," katanya, Selasa (5/5/2026).

Ia menyampaikan, kebiasaan mengkonsumsi minuman keras memliki dampak buruk bagi kesehatan, terlebih lagi yang ilegal. Hal tersebut semestinya tidak terjadi di kalangan siswa yang masih berada pada fase pembentukan karakter.

"Minuman alkohol racikan memiliki risiko tinggi bagi kesehatan karena kandungannya tidak terstandar dan kerap dicampur zat kimia berbahaya," ungkapnya.

Bahkan, situasi ini membuat dampak yang ditimbulkan sulit diperkirakan, mulai dari gangguan ringan hingga ancaman serius terhadap keselamatan.

"Kami akan mengambil langkah intervensi melalui sekolah dengan pendekatan edukatif dan persuasif," ujarnya.

Menurutnya, satuan pendidikan didorong memperkuat pendidikan karakter serta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas di luar jam belajar.

"Penanganan terhadap peserta didik yang terlibat akan dilakukan secara bertahap, tidak hanya menitikberatkan pada hukuman, tetapi juga pada peningkatan kesadaran mengenai dampak negatif perilaku tersebut," paparnya.

Ia juga mengingatkan bahwa rasa ingin tahu pada usia remaja, jika tidak diimbangi pemahaman risiko, dapat mendorong tindakan yang membahayakan diri.

Safa berharap, dengan komunikasi dan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pihak sekolah, orang tua dan juga pemerintah, kejadian tersebut tidak akan terulang lagi.

"Anak-anak seharusnya masih berada dalam pengawasan keluarga maupun institusi pendidikan agar bisa terhindar dari hal seperti itu," pungkasnya.

[ADV DISDIKBUD BONTANG]



Berita Lainnya